MUI Imbau Umat Islam di Zona Merah Covid-19 Tak Salat di Masjid

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengecekan suhu di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas melakukan pengecekan suhu di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam yang tinggal di daerah yang penyebaran virus Covid-19 tidak terkendali alias zona merah, untuk tidak melaksanakan salat Jumat dan salat lima waktu berjamaah di masjid dan atau musala. 

    "Sementara untuk daerah yang penyebaran virusnya sudah terkendali, pelaksanaan salat Jumat dan salat lima waktunya hendaklah memperhatikan protokol kesehatan yang ketat," demikian bunyi surat imbauan MUI yang dikutip Tempo pada Jumat, 11 September 2020.

    Kepada pemerintah, MUI meminta peraturan yang mengatur tentang masalah seputar Covid-19 berikut sanksi-sanksinya diberlakukan dengan tegas. Mengingat, jumlah akumulasi pasien positif Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mencapai 207.203 orang.

    Masyarakat luas juga tak hentinya diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh para ahli dan pemerintah.

    MUI juga mengimbau masyarakat menjauhi tempat-tempat keramaian dan atau berkumpul-kumpul karena hal demikian sangat potensial bagi terjadinya proses penularan covid-19.

    "Masyarakat juga jangan menyelenggarakan acara yang mengundang keramaian dan atau adanya orang berkumpul-kumpul," demikian bunyi surat yang diteken Sekjen MUI Anwar Abbas tertanggal 9 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pertanyaan Ganjil dalam TWK yang Mesti Dijawab Pegawai KPK

    Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab pegawai KPK dalam TWK dinilai nyeleneh, mulai dari hasrat seksual hingga membaca doa qunut dalam salat.