52 Pekerja Migran yang Terlantar di Arab Saudi Dipulangkan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia berbaris untuk menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test COVID-19 setibanya mereka di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar di Pontianak, Selasa 26 Mei 2020 malam. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat terdapat 179 PMI bermasalah yang dipulangkan Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Kalbar karena tidak memiliki paspor dan izin kerja. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia berbaris untuk menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test COVID-19 setibanya mereka di Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalbar di Pontianak, Selasa 26 Mei 2020 malam. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat terdapat 179 PMI bermasalah yang dipulangkan Pemerintah Malaysia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Kalbar karena tidak memiliki paspor dan izin kerja. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menjemput 52 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba dari Arab Saudi, Kamis malam, 10 September 2020 di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebelumnya para pekerja migran tersebut sempat terlantar sebelum akhirnya dipulangkan.

    "Setelah viral di media sosial terlantar di Arab Saudi, sebanyak 52 PMI bermasalah, malam ini kami pulangkan," ujar Benny dalam keterangan tertulis.

    Benny menyatakan para PMI dipulangkan setelah diketahui berangkat melalui jalur non prosedural. Mereka juga diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

    "Dalam video unggahan di YouTube, para para PMI terlantar di Arab Saudi, akibat tidak diberikan gaji dari majikannya selama bekerja sejak tahun 2018 silam. Para PMI juga menuntut agency yang menjadi penyalur agar haknya diberikan," kata Benny.

    BP2MI kemudian langsung berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) Arab Saudi untuk memulangkan mereka ke tanah air. Sampai di Soekarno-Hatta para pekerja langsung diperiksa satu per satu.

    "Dari 21 data yang ada, dalam pelaksanaannya petugas mendapati 31 pekerja migran yang juga tidak ada dalam daftar atau bermasalah," kata Benny.

    Menurut Benny, pada 2018 para PMI tersebut diberangkatkan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) El-Safah, Putra Timur Mandiri, dan Anugrah Sumber Rezeki. Mereka bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). "BP2MI akan segera melaporkan ke Bareskrim Polri karena perusahaan tersebut merupakan penyalur ilegal yang diduga melakukan tindak TPPO," kata Benny.

    Sebelum dipulangkan ke daerah asalnya, Benny mengatakan para pekerja migran ini akan didata untuk menjalani karantina. Langkah ini diambil sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.