Kasus Covid-19 Meningkat, Menag Fachrul Razi Imbau Masyarakat Ibadah di Rumah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) didampingi Dirjen PHU Nizar Ali menyampaikan keterangan pers secara daring tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada 2020 untuk melindungi WNI pada masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Humas Kementerian Agama

    Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) didampingi Dirjen PHU Nizar Ali menyampaikan keterangan pers secara daring tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H di Jakarta, Selasa 2 Juni 2020. Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada 2020 untuk melindungi WNI pada masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Humas Kementerian Agama

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan Pemda dan Gugus Tugas, menyusul semakin meningkatnya kasus positif Covid-19 di sejumlah daerah. Untuk wilayah dengan kasus tinggi atau zona merah, Fachrul mengimbau masyarakat agar membatasi beraktivitas di luar dan melaksanakan ibadah di rumah.

    "Kami imbau, umat yang tinggal di kawasan dengan kasus positif Covid-19 yang tinggi, agar sementara membatasi aktivitas di luar, serta beribadah di rumah dulu," ujar Fachrul lewat keterangan tertulis, Jumat, 11 September 2020.

    Fachrul juga meminta para tokoh agama aktif meneruskan pesan pemerintah kepada masyarakat untuk tetap di rumah serta menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi.

    Taat pada peraturan, ujar Fachrul, merupakan bentuk kesalehan sosial sebagai umat beragama sekaligus tanggung jawab sebagai warga negara.

    "Sebagai umat beragama, kita perlu mengutamakan menjaga keselamatan jiwa atau hifdzu an-nafs. Menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu substansi dan kewajiban utama dalam beragama," ujar Fachrul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.