Selasa, 22 September 2020

Ini Sebaran 60 Calon Peserta Pilkada 2020 yang Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arief Budiman memberikan sambutan pada acara kampanye protokol kesehatan di Polda Metro Jaya, Kamis, 10 September 2020. Polda Metro Jaya menggelar acara bertajuk 'Pembagian Masker Secara Serentak, Kampanye Jaga Jarak, Hindari Kerumunan dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker dan Pilkada 2020 yang Aman, Damai, dan Sehat'. Dengan adanya kampanye tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 bisa berjalan dengan baik dan selamat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Arief Budiman memberikan sambutan pada acara kampanye protokol kesehatan di Polda Metro Jaya, Kamis, 10 September 2020. Polda Metro Jaya menggelar acara bertajuk 'Pembagian Masker Secara Serentak, Kampanye Jaga Jarak, Hindari Kerumunan dalam Rangka Operasi Yustisi Penggunaan Masker dan Pilkada 2020 yang Aman, Damai, dan Sehat'. Dengan adanya kampanye tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan, khususnya dalam penyelenggaraan Pilkada 2020 bisa berjalan dengan baik dan selamat. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan per Kamis, 10 September 2020, sebanyak 60 orang bakal calon kepala daerah dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes usap (swab test). Mereka yang positif ini tersebar di 21 provinsi.

    Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan KPU tidak mengumumkan nama-nama para bakal calon kepala daerah yang positif terinfeksi virus Corona itu. "Tidak. Ada di KPU daerah datanya," katanya saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 September 2020.

    Berikut sebaran data daerah yang terdapat bakal calon peserta Pilkada 2020 yang positif Covid-19:

    1. Bali: 1 orang

    2. Kalimantan Timur: 2 orang

    3. Jawa Tengah :1 orang 

    4. Maluku Utara: 4 orang

    5. Jawa Timur: 3 orang

    6. Gorontalo: 10 orang

    7. Riau: 1 orang

    8. Sulawesi Selatan: 2 orang

    9. Sumatera Utara: 6 orang

    10. Lampung: 1 orang

    11. Bengkulu: 1 orang

    12. Sulawesi Tengah: Tidak ada.

    13. Sulawesi Barat: Tidak ada.

    14. Kalimantan Tengah: Tidak ada

    15. Kalimantan Barat: Tidak ada

    16. Kepulauan Riau: Tidak ada

    17. Nusa Tenggara Timur: 1 orang

    18. Sulawesi Utara: 2 orang

    19. Jawa Barat: Tidak ada

    20. Nusa Tenggara Barat: Tidak Ada

    21. Kalimantan Selatan: 8 orang

    22. Jambi: Tidak Ada

    23. Banten: 1 orang

    24. DI. Yogyakarta: Tidak ada

    25. Papua Barat: 1 orang 

    26. Sulawesi Tenggara : 1 Orang

    27. Bangka Belitung : tidak ada

    28. Sumatera Selatan : 1 orang

    29. Papua: 7 orang

    30. Kalimantan Utara: 1 orang

    31. Maluku: Tidak ada

    32. Sumatera Barat: 5 orang.

    Sebelumnya, Arief mengatakan jika ada calon kepala daerah yang positif Covid-19 setelah terdaftar, maka statusnya sebagai peserta pilkada tidak akan batal. Hanya dia tidak bisa mengikuti sejumlah tahapan pilkada selanjutnya.

    "Karena kalau seseorang terbukti terinfeksi Covid-19, maka dia harus isolasi mandiri atau dalam perawatan sehingga tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya," katanya dalam konferensi pers usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Selasa, 8 September 2020.

    Menurut Arief, meski calon kepala daerah itu positif Covid-19 pihaknya tetap memberikan hak yang sama dengan peserta lainnya. Bila yang bersangkutan masih dalam isolasi mandiri atau perawatan saat hari pemungutan suara tiba, KPU akan melayaninya menggunakan hak suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.