Komisi I DPR Aceh Wacanakan Hukum Rajam

Reporter

Editor

Amirullah

Ilustrasi kekerasan seksual. Doc. Marisa Kuhlewein (QUT) and Rachel Octaviani (UPH)

TEMPO.CO, Banda Aceh - Komisi I DPR Aceh mewacanakan hukum rajam serta hukuman ganda bagi pelaku pelecehan seksual. Alasannya adalah agar timbul efek jera bagi pelaku dan pelajaran bagi yang lain.

"Wacana hukuman rajam maupun hukuman ganda bagi pelaku setelah adanya saran dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat, menyusul meningkatnya kasus pelecehan seksual di masyarakat," kata Ketua Komisi I DPR Aceh Tgk Muhammad Yunus M Yusuf, di Banda Aceh, Kamis, 10 September 2020.

Muhammad Yunus mengatakan pelaku pelecehan seksual seperti zina dalam Islam hukumannya bisa hukuman mati. Hukuman rajam merupakan hukuman mati dilakukan perlahan-lahan.

Sedangkan untuk hukuman ganda, kata dia, pelaku selain dihukum cambuk berdasarkan hukum syariat Islam di Aceh, juga bisa dikenakan hukuman pidana.

Menurut politisi Partai Aceh tersebut, sebelum wacana ini dikembangkan perlu ada kesimpulan bersama para pihak seperti lembaga peradilan di antara pengadilan negeri, mahkamah syariah, kepolisian, Pemerintah Aceh maupun lainnya.

"Tujuannya bagaimana menguatkan pelaksanaan hukuman syariat Islam di Aceh. Jadi, perlu formulasi bagaimana perbuatan pelecehan seksual tersebut mendapatkan hukuman setimpal," kata Muhammad Yunus.






KAI Commuter Beri Penjelasan Mengapa Pelecehan Seksual di KRL Terus Berulang

1 hari lalu

KAI Commuter Beri Penjelasan Mengapa Pelecehan Seksual di KRL Terus Berulang

KAI Commuter menyatakan sudah melakukan berbagai upaya agar pelecehan seksual tak terjadi. Tapi mengapa terus berulang?


Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Terekam CCTV Analytic, Tak Boleh Lagi Masuk Stasiun

2 hari lalu

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Terekam CCTV Analytic, Tak Boleh Lagi Masuk Stasiun

Tindakan pelecehan seksual kembali berulang di KRL. Pelaku sudah diserahkan ke polisi. Wajahnya terekam CCTV analytic, terlarang untuk masuk stasiun.


Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di KRL, Pelaku Dekati Penumpang Wanita Lalu Masturbasi

3 hari lalu

Pelecehan Seksual Kembali Terjadi di KRL, Pelaku Dekati Penumpang Wanita Lalu Masturbasi

Pelaku pelecehan seksual di KRL ini melakukan masturbasi hingga ejakulasi. Pelaku sudah ditangkap Polres Metro Depok.


UU PDP, Menjual atau Membeli Data Pribadi Dipidana 5 Tahun atau Denda Rp 50 Miliar

5 hari lalu

UU PDP, Menjual atau Membeli Data Pribadi Dipidana 5 Tahun atau Denda Rp 50 Miliar

UU PDP terdiri dari 16 bab dan 76 pasal, yang mengatur hal-hal mendasar untuk melindungi data pribadi individual.


Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi: Dipasung, Kemerdekaan Dirampas, dan Alami Pelecehan Seksual

5 hari lalu

Penyandang Disabilitas Mental di Panti Rehabilitasi: Dipasung, Kemerdekaan Dirampas, dan Alami Pelecehan Seksual

Penelusuran Perhimpunan Jiwa Sehat, para penyandang disabilitas mental ini alami pelecehan seksual dan dipasung di panti rehabilitasi.


Kasus Pelecehan Seksual Eksibisionis Ditutup, Ayah Sebut Pelaku Pernah Jadi Korban Perundungan

9 hari lalu

Kasus Pelecehan Seksual Eksibisionis Ditutup, Ayah Sebut Pelaku Pernah Jadi Korban Perundungan

Kasus pelecehan seksual eksibisionis terhadap pekerja rumah tangga di Sunter Jaya, Tanjung Priok, telah diselesaikan kekeluargaan.


R. Kelly Kembali Divonis Bersalah Atas Kasus Pornografi Anak

10 hari lalu

R. Kelly Kembali Divonis Bersalah Atas Kasus Pornografi Anak

R. Kelly dihukum atas kasus pornografi anak dan dakwaan lain karena membujuk anak di bawah umur untuk berhubungan seks dengannya.


Save the Children Dampingi 32 Kasus Kekerasan Tehadap Anak di Sumba

12 hari lalu

Save the Children Dampingi 32 Kasus Kekerasan Tehadap Anak di Sumba

Save the Children menyebutkan bahwa angka kekerasan seksual di NTT cukup tinggi.


Dituduh Lakukan Pelecehan, Ricky Martin Tuntut Balik Keponakan Rp 298 Miliar

16 hari lalu

Dituduh Lakukan Pelecehan, Ricky Martin Tuntut Balik Keponakan Rp 298 Miliar

Ricky Martin mengaku terus diteror lewat pesan singkat oleh keponakannya dengan kalimat mengancam dan diperas demi mendapatkan kompensasi.


Menag Yaqut Melihat Pola Pengasuhan di Pesantren Masih Kurang

17 hari lalu

Menag Yaqut Melihat Pola Pengasuhan di Pesantren Masih Kurang

Yaqut mengatakan pola pengasuhan di sekolah berbasis asrama masih menimbulkan berbagai kasus kekerasan hingga pelecehan seksual.