Mau Bikin Partai Baru, Amien Rais Bicara Perintah Kitab Suci tentang Keadilan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. Dalam kasus ini, penyidik hendak menggali soal seruan people power kepada mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bersiap diperiksa terkait kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya, Jakarta, 24 Mei 2019. Dalam kasus ini, penyidik hendak menggali soal seruan people power kepada mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Partai Amanat Nasional Amien Rais menyatakan akan mendirikan partai baru. Dia pun bicara soal perintah kitab suci untuk menegakkan keadilan.

    "Alquran saya yakin, juga kitab Taurat dan Kitab Injil memesankan dan memerintahkan hal yang sama. Tegakkan keadilan dan lenyapkan kezaliman," kata Amien melalui siaran langsung Youtube Amien Rais Official, Kamis malam, 10 September 2020.

    Amien mengatakan partai anyar ini berasaskan Islam rahmatan lil alamin, serta mengusung semboyan 'Melawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan'. Amien mengatakan hal ini merupakan pesan pokok dari Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 serta paralel dengan yang diajarkan kitab suci agama-agama.

    Amien menyitir isi Alquran yang menyebut bahwa Allah bertransaksi kepada orang-orang beriman yang telah menjual milik duniawinya kepada Allah. Ia mengatakan, orang-orang tersebut akan mendapatkan ganti surga yang indah.

    "Ini berlaku dan disebutkan dalam Kitab Tauratnya Nabi Musa orang Yahudi, dalam Kitab Injilnya Nabi Isa atau Yesus dalam agama Nasrani apalagi jelas dalam Alquran kitab sucinya umat Islam," kata Amien.

    Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengatakan keputusannya membuat partai baru berangkat dari perkembangan ihwal kondisi bangsa dan negara akhir-akhir ini. Ia menganggap banyak sekali indikasi yang menunjukkan Indonesia berada di ambang krisis.

    Baik krisis sosial, politik, dan ekonomi yang kian memburuk menuju resesi bahkan bisa-bisa depresi. Di sisi lain, kata dia, kekuasaan rezim yang sedang memikul harapan rakyat tampak semakin jauh atau menjauhi nilai-nilai moral, etika, akhlak yang baik dan adil.

    Amien menyebut kaum dhuafa di Indonesia kini merasakan hidup yang merana, miskin secara kultural maupun secara struktural. "Mereka ingin lihat masa depan yang lebih cerah, lebih adil, lebih egaliter, lebih etis, pendek kata lebih baik dari situasi dan kondisi sekarang ini," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.