Minggu, 20 September 2020

Jerinx SID Walk Out, Ketua PN Denpasar: Sidang Berikutnya Tetap Digelar Daring

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hakim melihat layar yang menampilkan sidang daring perdana dengan terdakwa Jerinx SID di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis, 10 September 2020. Jerinx  meminta kepada majelis hakim untuk menggelar sidang tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Johannes P. Christo

    Hakim melihat layar yang menampilkan sidang daring perdana dengan terdakwa Jerinx SID di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis, 10 September 2020. Jerinx meminta kepada majelis hakim untuk menggelar sidang tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi mengatakan untuk agenda berikutnya, sidang tetap digelar secara online atau daring, meskipun saat sidang perdana dengan agenda dakwaan, terdakwa atas nama I Gede Ary Astina alias Jerinx SID melakukan walk out di persidangan. Terdakwa menolak pelaksanaan sidang secara daring.

    "Kita melihat sendiri majelis hakim telah memerintahkan JPU untuk menghadirkan terdakwa di persidangan teleconference dan jawaban jaksa tadi belum bisa menghadirkan, makanya sidang ditunda hari ini. Kehadiran terdakwa di persidangan adalah kewajiban sesuai Hukum Acara Pidana Pasal 154 ayat 2," kata Sobandi, Kamis 10 September 2020.

    Menurut Sobandi, saat Jerinx beserta 12 kuasa hukumnya melakukan walk out dari persidangan, hal itu merupakan bagian dari upaya pembelaan diri, sehingga melakukan apa saja termasuk walk out dari persidangan. Jerinx menjadi terdakwa dalam dugaan kasus pencemaran nama baik IDI Bali dan ujaran kebencian terkait kasus tudingan 'IDI kacung WHO

    "Menurut saya majelis hakim tadi sudah bijaksana bacakan dakwaan, apalagi sebelumnya sudah ditanyakan kepada terdakwa bahwa apakah sudah terima surat dakwaan, lalu penasihat hukum maupun terdakwa menjawab sudah terima. Terus ketika Jaksa membacakan dakwaan dia malah walk out," ujar Sobandi.

    Ia mengatakan bahwa persidangan tetap mengacu pada dasar hukum atas perjanjian kerja sama tiga institusi penegak hukum, yaitu Mahkamah Agung, Kejagung, dan Menteri Hukum tentang pelaksanaan sidang secara teleconference.

    Selain itu, ada juga berdasarkan SESMA Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksana SE MA Nomor 9 Tahun 2020 tentang perubahan atas SE MA Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja dalam tatanan normal baru pada MA dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya untuk wilayah status zona merah COVID-19.

    "Hak terdakwa untuk menolak, ya silakan menolak, tapi sampai saat ini peraturan-peraturan dimaksud belum ada yang membatalkan bahwa itu tidak berlaku. Kita tidak bisa terus berdebat tentang pertimbangan pembuat undang-undang aturan seperti kesehatan COVID dan sebagainya," katanya.

    Sebelumnya, drummer band Superman Is Dead (SID) ini menolak pelaksanaan sidang yang berlangsung secara online. Namun, majelis hakim tetap pada penetapannya bahwa sidang berlangsung secara online.

    Menurut kuasa hukum Jrx SID, I Wayan Suardana alias Gendo bahwa dasar MOU tersebut hanya mengikat perjanjian tiga lembaga tersebut. Namun tidak mengikat pihak di luar kerja sama, sedangkan Jerinx bukan pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut sehingga seharusnya hak-hak Jerinx meminta diadili secara tatap muka patut dipenuhi pengadilan.

    Selain itu, dari hasil tes cepat dan tes usap COVID-19, Jerinx dinyatakan negatif COVID. Kata Gendo, maka Jerinx SID bisa disebut bebas COVID, dan persidangan bisa dilakukan secara tatap langsung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.