Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, MUI Imbau Kurangi Salat Berjamaah di Masjid

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Muhyiddin Junaidi saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Selasa 3 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Zulfikar

    Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Muhyiddin Junaidi saat diwawancarai awak media massa di Jakarta, Selasa 3 Maret 2020. ANTARA/Muhammad Zulfikar

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengingatkan pentingnya penerapan protokol ibadah bagi umat Islam seiring tren melonjaknya jumlah positif COVID-19 per hari yang belakangan tinggi di kisaran angka 3 ribu.

    "Di daerah yang penyebaran virusnya tidak terkendali, umat Islam untuk tidak melaksanakan Salat Jumat dan salat lima waktu berjamaah di masjid dan atau mushalla," kata Muhyiddin, Kamis 10 September 2020.

    Sementara di daerah yang penyebaran virusnya sudah terkendali, kata dia, pelaksanaan salat Jumat dan salat lima waktunya hendaklah memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

    Ia juga mengingatkan umat Islam di masa pandemi ini untuk meningkatkan amal shalihnya dengan membantu saudara-saudara serta handai taulannya berupa zakat infak dan sedekah, terutama untuk tetangga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.

    Sedangkan bagi para dai, kata dia, menyampaikan kepada para jamaahnya dalam setiap ceramah dan pengajiannya soal pentingnya mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak.

    Waketum MUI ini mengajak umat Islam untuk membaca doa agar seluruh umat manusia dapat terhindar dari infeksi virus corona jenis baru SARS-CoV-2.

    "Supaya membaca Qunut Nazilah pada setiap shalat wajib lima waktu agar kita semua terhindar dari wabah COVID-19," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.