Kasus Masih Tinggi, Pemerintah Siapkan Hotel Bintang 3 untuk Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Kampanye Nasional

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi sambutan dalam acara Kampanye Nasional "Jangan Kendor! Disiplin Pakai Masker" di Kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ahad, 30 Agustus 2020. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto menyebut bahwa pemerintah pusat akan serius terkait fasilitas kesehatan dan kapasitas rumah sakit, menyusul semakin melonjaknya kasus positif Covid-19.

    Pemerintah akan menyiapkan hotel untuk menampung pasien guna mengurangi beban rumah sakit.

    "Kami akan menambah faskes dengan memanfaatkan hotel bintang dua dan tiga seperti di Sulawesi Selatan," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring di kanal YouTube BNPB, Kamis, 10 September 2020.

    Selain itu, kata Airlangga, pemerintah juga akan mempersiapkan ruang isolasi mandiri di Wisma Atlet Kemayoran.

    "Wisma atlet akan mempersiapkan ruang isolasi di tower 5 dan 6 maupun yang khusus dari pekerja dari luar negeri itu di tower 7 dan 8," ujarnya.

    Airlangga juga berjanji bahwa pemerintah akan menambah kasur untuk pasien di rumah sakit.

    "Di samping itu, pemerintah mendorong agar rumah sakit yang ada di DKI melakukan relaksasi, terhadap pasien yang posisinya sudah hampir sembuh agar dipindahkan ke wisma atlet," ujar Menko Perekonomian ini.

    Per 9 September 2020, kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai angka 203.342 kasus dengan jumlah pasien sembuh 145.200 orang dan pasien meninggal 8.336 orang.

    DKI Jakarta menjadi provinsi yang memiliki jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 terbanyak. Per 9 September, terdapat 49.397 kasus positif dengan jumlah pasien sembuh 37.224 orang dan 1.334 orang meninggal dunia.

    Melihat angka yang terus naik tersebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dengan mengambil kebijakan penerapan PSBB total kembali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?