Jokowi Minta Ekosistem Prestasi Olahraga Nasional Dievaluasi Total

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan setelah berolahraga bersama ketiga kepala staf TNI di area Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020.  Setelah kurang lebih 30 menit berolahraga pagi, Jokowi bersama para Kepala Staf TNI kembali ke Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor untuk berbincang di serambi Istana. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan setelah berolahraga bersama ketiga kepala staf TNI di area Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020. Setelah kurang lebih 30 menit berolahraga pagi, Jokowi bersama para Kepala Staf TNI kembali ke Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor untuk berbincang di serambi Istana. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo meminta dilakukan evaluasi total terhadap ekosistem prestasi olahraga nasional Indonesia. Jokowi mengatakan prestasi olahraga harus terus ditingkatkan ke depannya.

    "Kalau selama ini prestasi olahraga kita masih kurang, masih kurang berhasil itu artinya cara-cara yang kita lakukan mungkin tidak tepat, mungkin kurang tepat," kata Jokowi memberikan sambutan lewat teleconference dalam Hari Olahraga Nasional 2020 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu, 9 September 2020.

    Ia terutama meminta tata kelola pembinaan atlet di-review total. Rancang tata kelola pembinaan atlet ia harapkan dapat tersinergikan dengan baik dari daerah sampai pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai lembaga pendidikan olahraga.

    Jokowi meyakini dengan populasi lebih dari 270 juta penduduk dan didominasi generasi muda, sangat tidak masuk akal jika Indonesia kekurangan calon atlet berbakat. Jika ada yang menyebut kurang calon, Jokowi meyakini yang salah adalah manajemennya, bukan kekurangan bakatnya.

    "Oleh karena itu sistem pembinaan atlet nasional sekali lagi harus di-review total, saya minta kepada Menpora untuk mengajak semua pihak terkait untuk merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran dan segera melaporkan hasilnya kepada saya," kata Jokowi.

    Sebagai negara besar, Jokowi ingin Indonesia juga harus punya nama besar di kompetisi olahraga tingkat internasional. Indonesia ia sebut pernah memiliki nama-nama besar di tingkat internasional di beberapa cabang olahraga.

    Ia juga meminta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dalam olahraga juga ditingkatkan. Pengembangan pusat pelatihan yang berbasis science tapi juga manajemen pelatihan yang lebih baik harus segera dibentuk. "Kembangkan sistem informasi dan big data analytic yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.