Bantah Disebut Cucu PKI, Arteria Dahlan Jelaskan Silsilah Keluarganya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    Arteria Dahlan. Facebook/@Arteria Dahlan

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Arteria Dahlan menampik tuduhan dirinya cucu dari seorang tokoh Partai Komunis Indonesia dari Sumatera Barat. Narasi itu disampaikan narasumber di acara Indonesia Lawyer Club pada Selasa, 8 September 2020 dan ramai diperbincangkan di media sosial.

    "Kakek nenek saya termasuk ayah ibu saya berasal dari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumbar. Tidak benar saya cucu seorang tokoh PKI," kata Arteria dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2020.

    Arteria lantas menjelaskan silsilah keluarganya. Dia mengatakan, kakeknya dari pihak ibu bernama Wahab Syarif, seorang pedagang tekstil di Tanah Abang. Sang kakek mulai masuk Jakarta pada 1950.

    Adapun neneknya dari pihak ibu bernama Lamsiar, seorang ibu rumah tangga dengan tujuh anak. Enam anak menjadi pedagang di Tanah Abang. Satu orang menjadi guru, yakni Wasniar, ibu Arteria. Sang ibu mengajar di SD Perguruan Cikini, lalu menjadi guru tata boga di SMKN 30 Pakubuwono, Jakarta Sealtan.

    Kakeknya dari pihak ayah bernama Dahlan bin Ali, seorang pedagang di Sumatera Barat. Adapun neneknya bernama Dahniar Yahya atau biasa disebut Ibu Nian.

    Arteria mengatakan Ibu Nian adalah seorang tokoh Masyumi dan satu-satunya guru mengaji di Kukuban Maninjau. Ibu Nian menjadi guru mengaji lebih dari 50 tahun atau selama tiga generasi, hingga 1983. Arteria mengklaim semua orang Maninjua di Kukuban pernah mengaji ke neneknya.

    "Ibu Nian juga pernah ditahan pemerintah era Soekarno karena diduga terlibat PRRI saat itu," kata Arteria.

    Ayah Arteria, Zaini Dahlan, adalah seorang guru di beberapa SMA dan ketua salah satu yayasan pendidikan swasta. Sang ayah pernah mendaftar di Akademi Polisi, tetapi ditolak pada tes terakhir karena terindikasi Masyumi dan PRRI.

    Arteria mengatakan ayahnya lama di Yogyakarta karena sempat kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, serta sempat pula mengajar di SMA Muhammadiyah Yogyakarta. Menurut Arteria, ayahnya adalah korban Orde Lama.

    Arteria menyebut ayahnya sempat agak keberatan saat ia masuk PDIP. Namun setelah beberapa lama, kata dia, justru ayahnya ikut aktif mengampanyekan PDIP di Sumbar di tahun 2009.

    Hasril Chaniago sebelumnya menyebut Arteria Dahlan sebagai cucu dari Bachtarudin, tokoh PKI Sumatera Barat. Arteria mengatakan memang ada tokoh PKI bernama Bachtarudin dari Maninjau. Namun ia mengaku tak memiliki hubungan kekeluargaan dengan Bachtarudin.

    "Tidak ada hubungan kekeluargaan antara Bachtarudin dengan kakek dan nenek saya baik dari pihak ayah maupun ibu," kata Arteria.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.