Hari Olahraga Nasional, Jokowi: Kita Tak Mungkin Kurang Atlet Berbakat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisi akhir pekan dengan berolahraga di sekitar area IstanaKepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Ahad, 7 Juni 2020. Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Biro Pers Setpres

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengisi akhir pekan dengan berolahraga di sekitar area IstanaKepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Ahad, 7 Juni 2020. Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Biro Pers Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan sambutan lewat teleconference dalam Hari Olahraga Nasional 2020 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga, Rabu, 9 September 2020. Dalam sambutannya Jokowi berpesan agar prestasi olahraga Indonesia harus bisa ditingkatkan.

    Ia mengatakan ekosistem nasional untuk prestasi olahraga harus di-review total. Menurut Jokowi, Indonesia pasti kaya akan atlet berbakat.

    "Ingat penduduk kita 270 juta lebih dan mayoritas generasi muda. Sangat tidak masuk akal jika kita kekurangan calon atlet yang berbakat, pasti jutaan yang berbakat," kata Jokowi dalam sambutannya.

    Dengan keyakinan itu, ia mengatakan sistem pembinaan atlet nasional yang mungkin bermasalah dan tak dapat menemukan para atlet berbakat tersebut. Ia pun meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali untuk segera meninjau ulang sistem pembinaan ini.

    "Saya minta kepada Menpora untuk mengajak semua pihak terkait untuk merancang ulang sistem pembinaan atlet secara besar-besaran dan segera melaporkan hasilnya kepada saya," kata Jokowi.

    Pesan ini juga ia tujukan pada Komite Olahraga Nasional Indonesia dan Komite Olimpiade Indonesia. Jokowi meminta rancang tata kelola pembinaan atlet dapat tersinergikan dengan baik dari daerah sampai pusat, dari lembaga pendidikan umum sampai lembaga pendidikan olahraga.

    "Kalau selama ini prestasi olahraga kita masih kurang, masih kurang berhasil itu artinya cara-cara yang kita lakukan mungkin tidak tepat, mungkin kurang tepat," kata Jokowi.

    Ia juga meminta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru dalam olahraga ditingkatkan. Pengembangan pusat pelatihan yang berbasis science tapi juga manajemen pelatihan yang lebih baik harus segera dibentuk.

    "Kembangkan sistem informasi dan big data analytic yang bisa mendeteksi calon-calon atlet yang berkualitas," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.