Kejaksaan Periksa 7 Saksi untuk Tersangka Djoko Tjandra dan Andi Irfan Jaya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020. Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap kepada oknum Jaksa Pinangki terkait kepengurusan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA). ANTARA/Adam Bariq

    Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020. Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap kepada oknum Jaksa Pinangki terkait kepengurusan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA). ANTARA/Adam Bariq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung memeriksa tujuh orang sebagai saksi terkait dugaan suap kepengurusan fatwa bebas Djoko Tjandra di Mahkamah Agung (MA). Ketujuh saksi itu diperiksa untuk tersangka Djoko dan Andi Irfan Jaya, selaku mantan politikus Partai NasDem.

    Mereka adalah Rahmat selaku teman Jaksa Pinangki Sirna Malasari, Christian Dylan selaku Kepala Cabang PT Astra International, Gunita Wicaksono dan Matius Rene Santoso selaku pegawai Bank BCA, Yenny Praptiwi selaku sales PT Astra International.

    "Kemudian, Ronald Halim selaku agen broker Apartemen Pakubuwono dan Shinta Kurstatin selaku agen broker Apartemen Essence," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, Rabu, 9 September 2020. Ia mengatakan penyidik juga memeriksa Pinangki Sirna Malasari.

    Hari Kejaksaan, masih harus melengkapi kekurangan bahan keterangan karena terdapat perkembangan fakta-fakta hukum yang harus diklarifikasi dan dikonfirmasi.

    Dalam kasus ini, Jaksa Pinangki memperoleh US$ 500 ribu atau setara Rp 7,5 miliar dari Djoko sebagai uang muka atas perjanjian keduanya. Ia diketahui menawarkan proposal kepengurusan fatwa bebas di Mahkamah Agung (MA) kepada Djoko dengan bantuan Politikus Partai NasDem, Andi Irfan Jaya. Namun, kerja sama itu putus di tengah jalan lantaran Djoko Tjandra curiga.

    Kini tiga orang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung. Adapun untuk berkas perkara kasus, telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan sedang diteliti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.