Kejaksaan Agung Lanjutkan Pemeriksaan Jaksa Pinangki

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Pinangki Sirna Malasari SH MH ini merupakan Jaksa Madya dengan golongan IV/a yang menjabat sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Sosoknya disorot setelah fotonya bersama Djoko Tjandra alias Joker tersebar viral di media sosial. Instagram

    Jaksa Pinangki Sirna Malasari SH MH ini merupakan Jaksa Madya dengan golongan IV/a yang menjabat sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan. Sosoknya disorot setelah fotonya bersama Djoko Tjandra alias Joker tersebar viral di media sosial. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung kembali memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada Rabu, 9 September 2020. Ia sudah diperiksa sejak pukul 10.00 WIB.

    Kuasa hukum Jaksa Pinangki, Kresna Hutauruk, menyatakan jika kliennya diperiksa mendadak oleh penyidik. "Dari Kejagung mendadak dipanggil, diperiksa sebagai tersangka," ucap dia saat dikonfirmasi pada Rabu, 9 September 2020.

    Di kasus dugaan gratifikasi Jaksa Pinangki memperoleh USD 500 ribu atau setara Rp 7,5 miliar dari Djoko Tjandra sebagai uang muka atas perjanjian keduanya. Ia diketahui menawarkan proposal kepengurusan fatwa bebas di Mahkamah Agung (MA) kepada Djoko Tjandra dengan bantuan mantan politikus Partai NasDem, Andi Irfan Jaya.

    Namun, kerja sama itu putus di tengah jalan lantaran Djoko Tjandra curiga. Kini ketiga orang itu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Agung.

    Menurut Kejaksaan Agung, Jaksa Pinangki menggunakan uang USD 500 ribu tersebut untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya. "Kan beli BMW seri X, bayar perawatan tubuh dan wajah, sewa apartemen Rp 75 juta per bulan," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 8 September 2020.

    Menurut Febrie, uang sebesar Rp 7,5 miliar itu dititipkan Jaksa Pinangki ke rekening sang adik, Pungki Primarini. Hal itu diduga dilakukan agar tak terdeteksi oleh Kejaksaan Agung. "Ada kemungkinan aliran uang ke rekening adiknya, tapi belum dipastikan berapa jumlahnya," kata Febrie.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.