Selasa, 22 September 2020

Menristek Beberkan Strategi Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, sekaligus Ketua Penanggungjawab Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 menyebut timnya saat ini memiliki dua strategi terkait percepatan vaksin, yaitu strategi jangka pendek, dan jangka menengah panjang.

    Menurut Bambang, strategi jangka pendek Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin adalah memproduksi vaksin di dalam negeri. "Jangka pendek intinya produksinya di Indonesia. Dengan formulasi di BioFarma dengan bibit vaksin dari Sinovac, atau Uni Emirates Arab," kata dia dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa 8 September 2020.

    Strategi jangka pendek ini, menurut Bambang, dapat segera dimulai apabila Indonesia sudah mendapat bibit dari luar negeri. Vaksin yang didapat tersebut bisa segera disediakan setelah melalui pembuktian dan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM.

    Selain itu, Bambang mengatakan Indonesia telah bergabung dengan konsorsium vaksin Covid-19 di dunia.

    Adapun strategi jangka menengah panjang tim ini adalah proses riset dan pengembangan secara mandiri di dalam negeri. Saat ini, mereka tengah dalam proses riset untuk membuat vaksin merah putih.

    "Jangka menengah panjang ini vaksin menyeluruh, baik riset dan development dari bibit vaksin yang dilakukan melalui jalur vaksin merah putih," kata Bambang.

    Saat ini, Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19 disebut telah memiliki laboratorium di daerah Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Laboratorium tersebut, menurut Bambang, akan digunakan sebagai pusat pengembangan vaksin, di mana seluruh tim yang terdiri dari banyak lembaga dan universitas akan bergabung di satu tempat.

    "Kami gunakan sebagai laboratorium pusat pengembangan vaksin Covid-19. Dilengkapi alat dan fasilitas. Nanti tim dapat berinteraksi soal apa yang jadi kelebihan dan kekurangan tim, dan masing-masing platformnya," ujar Bambang.

    Vaksin merah putih saat ini ditangani Eijkman, LIPI, ITB, dan Unair. Eijkman dan LIPI tengah mengembangkan virus dengan platform subunit protein recombinant. ITB dan Unair dengan platform adenovirus dan virus like particles.

    Sedangkan BioFarma dan Universitas Indonesia saat ini tengah bekerjasama dengan pihak di luar negeri. BioFarma bekerjasama dengan perusahaan asal Cina Sinovac dengan platform vaksin inactive whole virus. Adapun UI dengan Genexine, perusahaan asal Korea Selatan, mengembangkan vaksin dengan platform genetic.

    Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. Keppres ini ditetapkan pada 3 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.