Pilkada 2020, KPU: Kampanye Fisik Maksimal Dihadiri 100 Orang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersiap memimpin pertemuan dengan Mendagri di kantor KPU Pusat, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pemilihan kepala daerah serentak yang akan diselenggarakan pada Desember 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman bersiap memimpin pertemuan dengan Mendagri di kantor KPU Pusat, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Pemilihan kepala daerah serentak yang akan diselenggarakan pada Desember 2020. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan kampanye rapat umum masih diperbolehkan dalam Pilkada 2020 yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19. Syaratnya, peserta yang hadir secara fisik dibatasi.

    "Kalau rapat umum kami batasi paling banyak 100 orang," kata Arief dalam konferensi pers virtual usai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo, Selasa, 8 September 2020. Selebihnya, peserta lain bisa mengikuti kampanye secara daring.

    Guna mencegah penyebaran Covid-19, KPU juga membatasi durasi penyelenggaraan rapat umum. Untuk pilkada tingkat provinsi, rapat umum maksimal dua kali. Sementara di tingkat kabupaten/kota rapat umum hanya digelar satu kali.

    Adapun kampanye yang bersifat pertemuan terbatas seperti dialog atau tatap muka maksimal dihadiri 50 orang secara fisik dan selebihnya secara daring.

    Menurut Arief, kampanye tidak dilarang karena tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang pilkada. "Tapi KPU mengatur dengan mematuhi protokol kesehatan, itulah mengapa rapat umum kami atur," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.