Soal Ambil Alih Kasus Djoko Tjandra, KPK: Kalau Berjalan Baik, Tidak Akan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers usai gelar perkara kasus dugaan suap fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa, 8 September 2020. Tempo/Andita Rahma

    Konferensi pers usai gelar perkara kasus dugaan suap fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa, 8 September 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyatakan belum akan mengambilalih penanganan perkara dugaan suap kepengurusan fatwa bebas di Mahkamah Agung (MA) yang melibatkan Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

    Alasannya, kata Deputi Penindakan KPK Karyoto, sampai sejauh ini, penyidik Kejaksaan Agung masih bersikap profesional dalam menangani kasus. "Kalau berjalan baik, profesional, ya kami tidak akan mengambil alih itu," kata dia di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa, 8 September 2020.

    Meski profesional, KPK bakal terus mengawal kasus ini hingga ke pengadilan nanti. "Karena ini bagian dari sinergitas sesama aparat penegak hukum yang tentunya rekan-rekan media juga akan ikut mengawal," kata Karyoto.

    Sejauh ini,  KPK melakukan supervisi kasus Djoko Tjandra di Polri dan Kejaksaan Agung. KPK mengambil langkah ini setelah menerbitkan surat perintah supervisi pada 4 September 2020.

    Dalam kasus dugaan suap kepengurusan suap fatwa bebas MA ini, Kejaksaan Agung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Jaksa Pinangki, Djoko Tjandra, dan Andi Irfan Jaya.

    Jaksa Pinangki disebut-sebut telah menerima suap sebesar US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7,4 miliar setelah berhasil membuat Djoko Tjandra menerima proposalnya yang berisi penawaran penyelesaian kasus. Sementara Andi Irfan lah yang diduga menjadi perantara pemberian uang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.