Kabareskrim Listyo Sigit Beri 9 Tips Cegah Peretasan Email

Reporter

Editor

Amirullah

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabreskrim) Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan usai melakukan penangkapan Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk berkonsultasi kepada Direktorat Tindak Pidana Siber ihwal antisipasi peretasan surat elektronik (email).

"Terkait pencegahan, masyarakat bisa melakukan konsultasi dengan jajaran Direktorat Siber Bareskrim Polri," ucap Listyo melalui keterangan tertulis pada Selasa, 8 September 2020.

Selain itu, Listyo juga memaparkan sembilan tips pencegahan peretasan email. Pertama adalah melengkapi pemeriksaan keamanan akun email secara rutin. Masyarakat, kata dia, bisa juga dengan menambahkan nomor ponsel dan alamat email pemulihan akun, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah (two step verification).

"Tambahkan juga perintah ponsel, pasang Google Authenticator (apabila email Gmail), menyiapkan nomor ponsel cadangan, dan menyiapkan rangkaian kode cadangan," kata Listyo.

Tips kedua yakni, membuat kata sandi yang rumit agar menjaga akun tetap aman. Selanjutnya, jangan mudah tergoda terhadap situs maupun email yang menjanjikan sesuatu, khususnya secara gratis.

Listyo meminta masyarakat agar waspada lantaran kerap berujung kepada aksi penipuan. Lalu, lakukan pemindaian secara berkala pada perangkat yang digunakan untuk menghindari virus maupun malware yang dapat mendeteksi kata sandi.

"Perbaharui juga aplikasi browser dan antivirus secara berkala agar tetap terbarui dan menghindari peretasan," ucap Listyo. Kemudian, dia juga menyarankan masyarakat aktif memeriksa aktivitas akun secara berkala. Hal itu dilakukan agar dapat selalu memantau ada tidaknya aktivitas yang mencurigakan.

"Pastikan akun itu, kita yang menguasai," ujar Listyo. Berikutnya, ia mengatakan, agar selalu keluar dan menghapus formulir, sandi, cache, dan cookie secara berkala dalam browser, khususnya apabila menggunakan perangkat publik.

Tips ketujuh adalah, selalu setel kunci layar perangkat agar jika sewaktu-waktu ada pihak yang tidak bertanggung jawab menggunakan perangkat, maka mereka tidak langsung memiliki akses ke akun Google. "Aktifkan juga pengelola perangkat Android agar tetap dapat menghapus, menderingkan, dan mengunci perangkat ketika perangkat hilang," kata Listyo.

Selanjutnya, batalkan segera apabila ada seseorang yang mencoba meretas akun. Terakhir, langsung ganti kata sandi apabila diduga ada orang yang menyusupi akun.






Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

20 jam lalu

Kaspersky Temukan Penginstal Tor Browser Terinfeksi Didistribusikan via YouTube

Kaspersky mengatakan sebagian besar pengguna yang terkena dampak berasal dari Cina.


Pengacara Bharada E Tolak Mediasi Soal Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

1 hari lalu

Pengacara Bharada E Tolak Mediasi Soal Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

Pengacara Bharada E enggan mediasi dengan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin yang menuntut Rp15 miliar.


Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

6 hari lalu

Situs Web Narasi TV Diretas, Terima Pesan Ancaman 'Diam atau Mati'

Ade Wahyudin mengatakan redaksi Narasi menerima ancaman dengan pesan masuk "diam atau mati" ke dalam server situs web Narasi.


Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

6 hari lalu

Narasi Laporkan Serangan Digital ke Mabes Polri, AJI: Semoga Tidak Mangkrak

Tim hukum Narasi bersama LBH Pers, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan Safenet, telah melaporkan serangan digital ke Mabes Polri


Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

7 hari lalu

Dugaan Retas HP Menko Airlangga, Jubir: Tidak Ada Kiriman File Spyware

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina buka suara soal dugaan peretasan terhadap ponsel milik Menteri Airlangga Hartarto.


Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

7 hari lalu

Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

Kadiv Humas Polri Dedi Prasetyo megatakan tidak ada anggota kepolisian yang terlibat peretasan akun digital milik sejumlah awak redaksi Narasi TV


Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

9 hari lalu

Disindir Pengacara Bharada E, Deolipa Yumara Sebut Semua Gugatan Mengada-ada

Deolipa Yumara sebut tidak ada gugatan yang tidak mengada-ada.


Bharada E Ladeni Deolipa Yumara, Pengacara: Cuma Ingin Tahu Maunya Apa Sih

9 hari lalu

Bharada E Ladeni Deolipa Yumara, Pengacara: Cuma Ingin Tahu Maunya Apa Sih

Pengacara Bharada Richard Eliezer (Bharada E), Ronny Berty Talpesy, menyatakan bakal hadir pada sidang lanjut gugatan perdata Deolipa Yumara.


Deolipa Yumara Gugat Kapolri dan Bharada E Rp 15 Miliar, Sidang Lanjut Hari Ini

9 hari lalu

Deolipa Yumara Gugat Kapolri dan Bharada E Rp 15 Miliar, Sidang Lanjut Hari Ini

Sidang gugatan perdata Deolipa Yumara terhadap Bharada E serta pengacaranya dan Kabareskrim dilanjutkan hari ini.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Aditif untuk Mesin dan BBM Pilihan Lab ITB

9 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Aditif untuk Mesin dan BBM Pilihan Lab ITB

Selain hasil uji laboratorium ITB itu, ada juga artikel analisa terhadap peretasan yang dialami para jurnalis Narasi. Diserang pakai spyware?