Jokowi Perintahkan Kabinet Waspadai Klaster Keluarga, Kantor, dan Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaca pembatas terpasang di meja oval tempat Presiden Jokowi melakukan tatap muka dengan para tamunya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.  Sekretariat Presiden akan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Kaca pembatas terpasang di meja oval tempat Presiden Jokowi melakukan tatap muka dengan para tamunya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020. Sekretariat Presiden akan terus melakukan pengetatan protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan. Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 7 September 2020. Dalam pembukaananya, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia harus mewaspadai kemunculan tiga klaster baru.

    "Hati-hati, perlu saya sampaikan, yang namanya klaster kantor. Yang Kedua klaster keluarga hati-hati. Yang terakhir ketiga klaster pilkada juga hati-hati ini. Ini agar selalu diingatkan," kata Jokowi saat membuka sidang kabinet.

    Jokowi mengatakan ketiga klaster ini sebelumnya tak mendapat banyak sorotan. Pasalnya, pemerintah lebih banyak fokus pada penyebaran virus di tempat-tempat umum dan transportasi publik. Padahal, ia mengatakan penyebaran di tingkat lebih privat seperti keluarga dan kantor juga sama berbahaya.

    "Klaster keluarga karena kita sampai di rumah, kita merasa sudah aman. Justru di situ lah kita harus hati-hati. Dalam perjalanan masuk kantor kita juga sudah merasa aman, sehingga kita lupa di dalam kantor protokol kesehatan," kata Jokowi.

    Sejak beberapa bulan terakhir, klaster perkantoran, khususnya di DKI Jakarta memang tengah meningkat tajam. Hal ini imbas dari mulai dibukanya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi PSBB transisi yang membolehkan sejumlah perkantoran dibuka kembali.

    Jokowi juga mengingatkan bahaya dari klaster Pilkada 2020. Menjelang Pilkada 2020 yang digelar pada Desember, sejumlah calon Kepala Daerah sudah mulai bergerilya mencari dukungan. Ia pun meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuat aturan khusus terkait hal ini.

    "Saya minta Pak Mendagri urusan yang berkaitan dengan klaster Pilkada ini betul-betul ditegasi betul, diberikan ketegasan betul, polri juga berikan ketegasan soal ini, aturan main di Pilkada," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.