PDIP Disarankan Perbaiki Pola Komunikasi di Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Pertahanan Keamanan Puan Maharani dalam acara pengumuman calon kepala daerah gelombang I di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu, 19 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan harus memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat Sumatera Barat. Saat ini, menurut dia, partai berlogo banteng ini tengah menuai kritik lantaran pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

    Menurut Adi, tak mudah bagi PDIP untuk memperbaiki dampak dari ucapan Puan itu. Terlebih selama ini PDIP selalu kalah Pemilu dan Pilkada di Sumatera Barat.

    "Paling mungkin strategi jangka panjang pendekatan harus lebih soft dalam melakukan penetrasi di masyarakat Sumbar," kata Adi kepada Tempo, Ahad, 6 September 2020.

    Adi mengatakan PDIP tak bisa lagi membuat semacam demarkasi antara dirinya dan masyarakat Sumatera Barat. Ia menilai PDIP selama ini seperti menganggap Sumbar sebagai provinsi yang intoleran. Padahal menurut Adi, intoleransi juga terjadi di banyak tempat lain di Indonesia.

    "Jangan sampai membuat demarkasi bahwa Sumbar ini tidak Pancasilais, intoleran, dan lain-lain. Jangan sampai juga ada kesan bahwa PDIP paling Pancasilais," kata dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta ini.

    Adi mengimbuhkan cara komunikasi pun tak boleh hitam putih memisahkan antara PDIP dan masyarakat Sumbar. Menurut dia, hal ini seperti membuat jarak psikologi politik yang tak baik untuk membangun komunikasi. "PR (pekerjaan rumah) besar untuk PDIP menaklukkan Sumbar," kata Adi.

    Pengamat komunikasi politik Universitas Andalas, Asrinaldi mengatakan PDIP harus lebih banyak merekrut tokoh lokal yang merepresentasikan Sumbar. Ia menilai, para calon anggota legislatif dari Sumbar selama ini belum cukup merepresentasikan karakter masyarakat Sumbar yang menganut prinsip adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah. "Kalau tidak mencerminkan itu, apa pun partainya akan sulit," kata Asrinaldi secara terpisah.

    Asrinaldi mengatakan PDIP bisa memenangi Pilkada di Kabupaten Mentawai dan Kabupaten Dharmasraya. Bupati di dua daerah tersebut, yakni Yudas Sabaggalet dan Sutan Riska Tuanku Kerajaan adalah kader PDIP

    "PDIP menang karena (calonnya) mewakili karakter masyarakat di situ, nah harus dicari yang seperti itu," ucap dia.

    Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bertanya-tanya mengapa PDIP masih sulit memenangkan Pilkada di Sumbar. Meskipun, kata dia, PDIP sudah mulai memiliki kantor DPC dan DPD di Bumi Minangkabau itu. "Saya pikir kenapa ya, rakyat di Sumbar itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan," kata Megawati, Rabu, 2 September 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.