Menag Fachrul Razi Memberi Bantuan Rp 65 M di Program Kita Cinta Papua

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Agama Fachrul Razi saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020. Dalam rapat kerja tersebut, Menteri Agama Fachrul Razi meminta maaf kepada DPR karena mengambil keputusan sepihak terkait pembatalan haji tahun 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi menyerahkan
    bantuan senilai Rp 65 miliar untuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Bantuan ini merupakan bagian dari program Kita Cinta Papua yang dirilis Kementerian Agama pada 3 September 2020 di Kota Jayapura, Papua.

    Bantuan diberikan berupa beasiswa untuk anak-anak Papua, bantuan untuk pendidikan agama dan keagamaan, serta bantuan untuk lembaga keagamaan. Program ini bertujuan memacu kuantitas dan kualitas sumber daya manusia Papua di bidang agama dan pendidikan melalui jalur keagamaan.

    "Insya Allah dengan program ini mulai tahun 2024 setiap tahun paling tidak kita mendapat tambahan 200 anak Papua sarjana S-1 yang siap mengabdi di Papua atau di wilayah Indonesia lainnya atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," kata Fachrul lewat keterangan tertulis, Ahad, 6 September.

    Pada tahap pertama di bidang pendidikan Kemenag memberi beasiswa kepada 257 mahasiswa Kristen Papua untuk kuliah S-1 di enam Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN), yaitu di Manado, Ambon, Toraja, Palangkaraya, Kupang dan Tarutung (Sumut).

    Enam Rektor STAKN ini diundang ke Papua untuk menjemput para calon mahasiswanya. Pada 6 September 2020 mereka akan dibawa para Rektor langsung ke kampus masing-masing.

    Selain bantuan tersebut, Kemenag memberi beasiswa kepada 285 mahasiswa muslim, 90 mahasiswa Katolik, bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan BOS untuk sekolah-sekolah keagamaan Islam, Kristen, Katolik dan Buddha. Selain itu, Kemenag membangun lima gedung baru madrasah, memberi bantuan pembelajaran daring, serta bantuan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dan lainnya.

    Di bidang penguatan kehidupan beragama, Kemenag memberi bantuan rehabilitasi dan bantuan operasional di masa pandemi Covid-19 untuk rumah-rumah ibadah semua agama. "Pada tahap berikutnya, dalam waktu dekat, Kemenag akan membangun kantor-kantor Kemenag Kabupaten yang belum terbangun. Kemenag juga akan memperbanyak penyuluh-penyuluh agama," ujar Fachrul.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.