IDI Berduka, Dokter Penyakit Dalam di Surabaya Meninggal karena Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Triawan Munaf mengunggah sebuah potret yang dibuat dengan foto-foto semua dokter dan perawat yang meninggal dalam pandemi Covid-19. Foto: Instagram

    Triawan Munaf mengunggah sebuah potret yang dibuat dengan foto-foto semua dokter dan perawat yang meninggal dalam pandemi Covid-19. Foto: Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) kembali berduka. Satu dokter spesialis penyakit dalam, Boedi Warsono, dikabarkan meninggal karena Covid-19 di Surabaya, pada Ahad, 6 September 2020.

    "Benar. Beliau dirawat Covid-19," kata Ketua IDI Surabaya Brahmana Askandar kepada Tempo, Ahad, 6 September 2020.

    Brahmana mengatakan Boedi Warsono dirawat sejak 25 Agustus 2020 di RS Darmo Surabaya. Kondisi dokter spesialis penyakit dalam itu juga memburuk hingga akhirnya dipindahkan ke unit pelayanan intensif. "Beberapa hari terakhir pindah ke ICU," katanya.

    Catatan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), sekitar 100 tenaga kesehatan meninggal selama enam bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Adapun catatan Amnesty International Indonesia ada 181 tenaga kesehatan dengan rincian 112 dokter dan 69 perawat yang meninggal setelah 6 bulan pandemi.

    Dengan angka tersebut, menurut Amnesty, Indonesia berada di jajaran negara dengan angka kematian tenaga kesehatan yang terbesar di dunia.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.