Mulyadi Kembalikan Dukungan dari PDIP, Hasto Singgung soal Kepemimpinan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai menyerahkan berkas dokumen persyaratan keanggotaan salinan daftar keanggotaan PDI Perjuangan di KPU RI, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP Hasto Kristiyanto menyindir sikap Mulyadi yang mengembalikan rekomendasi dukungan partainya untuk Pilkada Sumatera Barat 2020. Hasto mengaku sejak awal sudah menduga Mulyadi tak kokoh dalam sikap.

    "Sejak awal saya sudah menduga bahwa Mulyadi tidak kokoh dalam sikap sebagai pemimpin, sehingga mudah goyah dalam dialektika ideologi," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Ahad, 6 September 2020.

    Bagi partainya, kata Hasto, seorang pemimpin harus kokoh bak batu karang ketika menghadapi terjangan ombak, apalagi jika menyangkut Pancasila. "Sikap Mulyadi tersebut sangat dipahami, karena politik kekuasaan bagi yang tidak kokoh dalam prinsip hanya menjadi ajang popularitas," ujarnya.

    Mulyadi mengembalikan dukungan PDIP untuk Pemilihan Gubernur Sumatera Barat 2020 menyusul polemik akibat ucapan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Puan sebelumnya melontarkan harapan 'semoga Sumatera Barat menjadi provinsi pendukung negara Pancasila' yang kemudian menuai kritik.

    Hasto mengatakan yang disampaikan Puan adalah harapan agar Sumbar jauh lebih baik. Ia menyinggung sejarah kepeloporan para pahlawan Sumatera Barat seperti Hatta, K.H. Agus Salim, Rohana Kudus, H.R. Rasuna Said, M. Natsir, Tan Malaka, dan lain-lain.

    "Beliau para tokoh tersebut adalah para pejuang bangsa, sosok pembelajar yang baik, dan menjadi keteladanan seluruh kader partai," kata Hasto.

    Mulyadi belum dapat dihubungi. Pesan dan panggilan ke nomor selulernya tak direspons. Adapun Ali Mukhni, calon wakil gubernur pasangan Mulyadi, tak mau berkomentar saat dihubungi pada Sabtu malam, 5 September 2020.

    Sebelumnya di beberapa media lokal, Ali Mukhni menyatakan ia dan Mulyadi akan mengembalikan dukungan kepada PDIP. Bupati Pariaman itu mengaku mendapat banyak protes dari para tokoh Minang yang kecewa dengan ucapan Puan.

    Pada Jumat malam lalu, Mulyadi telah bertemu dengan Ketua DPD PDI Perjuangan Alex Indra Lukman di Padang, Sumatera Barat. Politikus PDIP Arteria Dahlan mengatakan pertemuan itu juga dihadiri para tokoh masyarakat.

    Menurut Arteria, mereka yang hadir dalam pertemuan itu sudah berdiskusi dan mencari jalan penyelesaian terbaik. Kata dia, semua pihak juga telah mengerti bahwa Puan Maharani tak bermaksud menyudutkan masyarakat Sumatera Barat. "Kita serahkan saja kepada mekanisme dan pemahaman teman-teman koalisi," kata Arteria kepada Tempo, Sabtu, 5 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?