Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Tangsel, DPR: Jangan Sampai di Wilayah Lain

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka menggunakan meja bersekat plastik, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Pasar Pandan Airmati (PPA), Kec. Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, Jumat 24 Juli 2020. Sekolah tersebut memberlakukan belajar tatap muka bagi kelas 1 untuk uji coba pelaksanaan pembelajaran luring (luar jaringan) sekaligus memperkenalkan sekolah, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Sejumlah murid mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka menggunakan meja bersekat plastik, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Pasar Pandan Airmati (PPA), Kec. Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat, Jumat 24 Juli 2020. Sekolah tersebut memberlakukan belajar tatap muka bagi kelas 1 untuk uji coba pelaksanaan pembelajaran luring (luar jaringan) sekaligus memperkenalkan sekolah, dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, JakartaKetua Komisi X atau Pendidikan DPR Syaiful Huda meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewaspadai munculnya klaster Covid-19 di sekolah. Sebab, sudah ada laporan tenaga pendidik yang terpapar virus tersebut di sekolah.

    "Di beberapa wilayah seperti Tangerang Selatan, telah muncul kasus Covid-19 di kalangan pendidik yang diduga kuat mereka terpapar saat mereka menjalankan tugas mereka di sekolah. Kondisi ini harus diwaspadai agar jangan sampai terjadi di wilayah lain," ujar Syaiful dalam keterangannya, Sabtu, 5 September 2020.

    Sebanyak 15 guru dan pegawai sekolah di salah satu sekolah di Tangerang Selatan sebelumnya dilaporkan positif Covid-19. Pemkot Tangsel pun menyebut kasus tersebut merupakan klaster baru di sektor pendidikan.

    Syaiful mengatakan munculnya klaster sekolah di Tangerang Selatan merupakan peringatan awal jika sekolah bisa menjadi klaster baru dalam penularan Covid-19. Padahal saat ini sejumlah sekolah telah dibuka kembali, utamanya di wilayah zona hijau dan kuning.

    "Kami berharap Kemendikbud terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah melakukan monitoring terhadap kondisi kesehatan para guru dan siswa di wilayah hijau dan kuning yang telah menggelar kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka," kata Syaiful.

    Ia juga berharap Kemendikbud terus menyempurnakan konsep pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Apalagi saat ini ada alokasi anggaran hampir Rp 7 triliun yang diperuntukkan untuk pembelian kuota data bagi siswa dan guru yang melakukan PJJ.

    Meski PJJ, Syaiful menyebut di sejumlah wilayah, para guru tetap wajib ke sekolah. Selain memandu siswa yang sedang PJJ, para guru mengerjakan berbagai pekerjaan administratif di sekolah. "Kondisi ini membuat para guru rentan tertular virus karena harus beraktivitas di luar rumah, di mana terkadang mereka abai terhadap protokol kesehatan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.