Amnesty: Kematian Nakes RI Akibat Covid-19 Termasuk Tertinggi di Dunia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut angka kematian tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19 di Indonesia, masuk daftar salah satu yang tertinggi di dunia.

    Catatan Amnesty, ada 181 tenaga kesehatan di Indonesia yang meninggal dunia selama enam bulan pandemi. Mereka terdiri dari terdiri dari 112 orang dokter dan 69 orang perawat.

    "Setidak-tidaknya ada 181 tenaga kesehatan yang meninggal dunia, dengan rincian 112 dokter dan juga 69 perawat. Dan dengan angka ini, Indonesia berada di jajaran negara dengan angka kematian tenaga kesehatan yang terbesar di dunia," kata Usman dalam acara peluncuran pusara digital bagi tenaga kesehatan, Sabtu, 5 September 2020.

    Usman menuturkan, Amnesty International mencatat setidaknya ada 7.000 tenaga kesehatan yang meninggal akibat terinfeksi Covid-19 di seluruh dunia.

    Negara dengan jumlah tenaga kesehatan yang wafat akibat Covid-19 tertinggi nomor wahid adalah Meksiko dengan jumlah kematian 1.320 orang. Kemudian, Amerika Serikat dengan 1.077, India sebanyak 573 orang, Brazil 324 orang, dan Afrika Selatan orang 240. Kemudian Indonesia dengan 181 orang.

    Ratusan jiwa nakes yang meninggal ini, kata Usman, bukan sekadar angka yang bisa dilewatkan begitu saja. Usman berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan keselamatan para nakes dengan mencukupi kebutuhan mereka akan alat pelindung diri atau APD dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.