Mahfud Md Sebut Politik Uang Tak Bisa Dihindari dalam Pilkada

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud Md bersama delapan anggota Kompolnas lainnya usai menggelar rapat perdana, di Kantor Kemenko Polhukam hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Istimewa

    Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Mahfud Md bersama delapan anggota Kompolnas lainnya usai menggelar rapat perdana, di Kantor Kemenko Polhukam hari ini, Rabu, 19 Agustus 2020. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, JakartaMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan politik uang tidak bisa dihindari dalam pilkada langsung maupun tidak langsung. Yang membedakan, kata dia, hanya metodenya penyalurannya saja.

    "Kalau pemilihan langsung money politic-nya eceran, kalau lewat DPRD itu borongan kita bayar ke partai, selesai," katanya saat menyampaikan pidato kunci dalam webinar Pilkada dan Konsolidasi Demokrasi Lokal, Sabtu, 5 September 2020.

    Mahfud bercerita saat masih menjabat Ketua MK, berkaca pada Pilkada 2012, ia mengatakan malaikat bisa menjadi iblis jika masuk ke dalam pemerintahan kalau sistemnya seperti saat itu. Ia pun mengusulkan jika sistem pilkada diubah. Pemerintahan saat itu, kata dia, sudah sepakat mengembalikan pilkada ke DPRD

    "Karena malaikat kalau jadi kepala daerah bisa jadi iblis. Karena modalnya besar, politik uangnya luar biasa. Gaji kepala daerah Rp 6-7 juta, biayanya puluhan miliar bahkan ratusan miliar," tuturnya.

    Namun, Mahfud menjelaskan Pilkada langsung saat ini sudah melewati proses evaluasi yang panas. Mulai dari usulan agar dikembalikan ke DPRD hingga terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membatalkan UU Pilkada pada 2014. Evaluasi pilkada langsung ini pun tak lepas dari polarisasi masyarakat imbas pemilihan presiden 2014.

    Mahfud meminta semua pihak agar memastikan penyelenggaraan Pilkada 2020 berjalan jauh lebih baik dari sebelumnya. "Karena kita tak bisa lagi memutar jarum sejarah. Karena perdebatan sudah selesai," tuturnya.

    Menurut Mahfud, pilkada langsung juga memiliki sisi positif. Misalnya tidak ada lagi koalisi partai politik yang linear dari pusat ke daerah.

    "Terlebih enggak ada lagi pengelompokan ideologis. Sekarang bercampur yang penting menang. Ini bagus bagi ideologi kita," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.