Begini Reaksi Presiden Jokowi terhadap Peretasan Media Massa

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker sedang menjual identitas digital di dalam dark web. mic.com

    Ilustrasi hacker sedang menjual identitas digital di dalam dark web. mic.com

    Jakarta-Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, pelaku peretasan di media massa saat ini tergolong orang muda.

    "Hacker kita ini sangat muda-muda, anak SMA sudah bisa masuk ke lembaga-lembaga yang penting," kata dia dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media massa di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat, 4 September 2020.

    Jokowi mengatakan peretasan terjadi di banyak tempat. Dia mengatakan mendengar kabar bahwa media sosial milik Perdana Menteri India, Narendra Modi juga menjadi sasaran peretasan. Jokowi bersyukur akun media sosialnya belum pernah diretas.

    "Peretasan ini kan di mana-mana. Saya dengar media sosialnya PM India juga. Untung punya saya belum," tutur dia.

    Sebelumnya, Komite Keselamatan Jurnalis Melawan Peretasan mencatat sedikitnya empat situs media massa diretas. Dua media massa yang secara terbuka menyatakan situsnya diretas adalah tempo.co dan tirto.id.

    Situs Tempo diretas pada 22 Agustus 2020 dengan cara mengubah tampilan layar. Sementara, situs tirto.id diretas dengan cara mengubah konten sejumlah artikel di dalamnya.

    BUDI SETYARSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.