Mola TV dengan Misi Keindonesiaannya

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mirwan Suwarso

    Mirwan Suwarso

    Mola TV memiliki ciri khas sebagai OTT platform berbayar yang memberikan terobosan baru dalam tayangan olahraga dan  hiburan. Mereka punya komitmen pada perkembangan sport Indonesia, melalui kerja sama dengan induk organisasi cabang bulu tangkis dan sepak bola, yakni PBSI serta PSSI.

    Sebagai pemegang hak siar Liga Primer Inggris tiga musim, 2019-2022, dan Bundesliga Jerman di Indonesia dan Timor Leste, nama mereka dengan cepat melekat di mayoritas pecinta sepak bola umumnya di negeri ini.

    Tapi, seperti yang ditegaskan Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso, dalam perbincangan di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2020, Mola TV lebih dari sekadar usaha mengetengahkan hiburan dan olahraga dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Hal itu berdasarkan empat pilar program, yaitu Mola Movies, Mola Living, Mola Kids, dan Mola Sports. “Kami ingin memberikan kontribusi untuk kemajuan pembangunan manusia Indonesia,” kata Mirwan.

    Karena itu, kerja sama mereka baru-baru ini dengan Lifelike Pictures dalam penayangan film bertajuk Mudik, misalnya, diharapkan dimaknai sebagai usaha untuk membangkitkan perfilman di Indonesia yang berkualitas sampai 2022. “Film-film mereka selama ini kesulitan mencari tempat penayangannya dan kami menyediakan sarananya,” kata Mirwan. 

    Ikut membangun manusia Indonesia diusahakan Mola TV masuk pada masing-masing program siarannya. Mirwan menyoroti bagaimana pada program anak-anak, Mola Kids, ide untuk ikut menumbuhkembangkan perkembangan anak-anak Indonesia diwujudkan melalui program yang tidak melulu menghibur, tapi juga memberikan inspirasi dan edukasi.

    Program di Channel Mola Kids, Sofa Kuning, misalnya, sebuah program yang dikemas dalam bentuk karaoke dan kuis interaktif. Ini adalah sebuah acara keluarga dipandu pasangan musisi Aqi Singgih dan Audrey Meirina dari grup musik DIAA serta kedua buah hati mereka, yang menyanyikan lagu anak-anak Indonesia serta diaransemen ulang sesuai selera zaman. Dikemas dalam bentuk karaoke dan kuis berhadiah, Sofa Kuning menuai banyak pujian setelah penayangan perdana di NET TV Sabtu 22 Agustus 2020.

    Salah satu acara yang juga masuk dalam program Mola Kids ini, populer di kalangan pecinta sepak bola Indonesia, adalah Garuda Select The Movies dan Dream Chasers Garuda Select Series yang kini sudah memasuki musim kedua. Kisah perjalanan Dennis Wise dan Des Walker berkeliling ke pelosok Indonesia, untuk menemukan para pemain potensial buat digembleng dalam proyek Garuda Select di Inggris.

    “Pada Mola Living, ada program Blusukan Butet Kartaredjasa. Butet mendatangi berbagai pelosok negeri untuk mewawancarai berbagai tokoh dari berbagai bidang yang memberikan inspirasi,”  Mirwan melanjutkan.   

    Di Mola Living ada acara bincang-bincang dipandu Iwa K, salah satu pionir penyanyi rap di Indonesia, dalam tajuk acara Musafir Malam. Iwa berbincang dengan para tokoh di Indonesia untuk mengupas sisi gelap mereka pada masa lalu.

    Menyangkut persaingan bisnis Mola TV dengan Netfix dan Disney, misalnya, Mirwan mengatakan Mola TV menawarkan banyak kelebihan. Tak hanya film, tapi Mola juga menawarkan siaran olahraga yang tidak ada di dua pesaing itu. 

    “Juga ada unsur ekslusivitas, dalam waktu dekat Mola TV akan membuat workshop online, dengan pembicara dari tokoh perfilman dunia. Misalnya sutradara The NoteBook, Nick Cassavetes. Ada lagi Luc Besson, sutradara Prancis, dan Sylvester Stallone,” jelas Mirwan.

    Mirwan menyebut nama programnya adalah Mola Live Session. Program itu terbuka buat masyarakat yang juga jadi pelanggan Mola. Masyarakat bisa ikut tanya jawab di acara yang formatnya live/siaran langsung dan nantinya akan masuk di kanal Mola Living.

    Diluncurkan pada 2 Juni 2019, sampai sejauh ini Mirwan menegaskan misi Indonesia yang diusung Mola TV terus sejalan dengan situasi kondusif pergerakan bisnisnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.