BPSDM ESDM Sharing Inspirasi Bersama Susi Pudjiastuti

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti, mantan menteri kelautan dan perikanan periode pemerintahan Jokowi sebelumnya.

    Susi Pudjiastuti, mantan menteri kelautan dan perikanan periode pemerintahan Jokowi sebelumnya.

    INFO NASIONAL-- BPSDM ESDM dengan kegiatan one hour university (OHU) Inspirationnya  kembali mengundang salah seorang public figure penting dengan slogannya yang ngetop yaitu 'tenggelamkan'.
     
    Ia tidak lain adalah Susi Pudjiastuti, mantan menteri kelautan dan perikanan periode pemerintahan Jokowi sebelumnya. Susi Pudjiastuti kemarin pagi Kamis (03/09) diundang sebagai pembicara dengan mengusung tema 'Inspiring Leader: "Kalau Tidak Berubah, Tenggelamkan" melalui metode virtual dan saluran youtube PPSDM Aparatur.
     
    Kepala Badan BPSDM ESDM Prahoro Yulijanto dalam sambutannya menyatakan para ASN dituntut bergerak cepat sesuai dengan perubahan yang begitu cepat dan informasi yang terbatas. "Dengan perubahan yang begitu cepat dan informasi yang tidak terbatas, ini menuntut para ASN kita untuk siap bergerak cepat dalam segala hal," ujarnya.
     
    Prahoro juga menginginkan tiga hal dari kegiatan ini, yaitu mampu beradaptasi dengan cepat, mengubah cara berfikir dan memandang suatu kondisi dan menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi.
     
    "Ada tiga hal yang kami inginkan dari kegiatan ini, yaitu para ASN  dapat beradaptasi dengan cepat, mengubah cara berfikir dan memandang suatu kondisi, dan dapat menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi sesuai perkembangan jaman," kata pria yang pernah menjabat Wakil Presiden Petroneering di Amerika Serikat.
     
    Sementara itu Susi menjelaskan orang yang bisa bertahan adalah orang-orang yang yang bisa beradaptasi. "Orang yang akan survive adalah orang yang mampu beradaptasi," ujarnya.
     
    Ia juga menambahkan istilah tenggelamkan terdapat  dalam konstitusi perikanan untuk menjadikan laut masa depan bangsa. Sebetulnya istilah tenggelamkan ada dalam konstitusi perikanan dan Presiden Jokowi menginginkan laut sebagai masa depan bangsa," ujar wanita kelahiran Pangandaran ini. 
     
    Pemilik Susi Air ini juga menegaskan kalau banyak orang tanpa ada kerjaan yang jelas nantinya tidak akan menghasilkan produktivitas yang baik. "When people doing less, the result is less productive," ujar Susi.
     
    Menurut Susi yang pertama kali dirombak untuk membenahi birokrasi adalah sistemnya yang dianggap longgar dan tidak efisien. "Menurut saya yang perlu dibenahi dari birokrasi kita adalah membenahi sistem yang loose and inefficient," tegasnya.
     
    Ia juga menambahkan mengubah struktur birokrasi di pemerintahan adalah sesuatu yang menyenangkan. "Melakukan perubahan di pemerintahan adalah suatu tantangan yang menyenangkan bagi saya," ujar pengusaha perikanan ini.
     
    Lebih lanjut ia menambahkan good governance tidak akan terwujud bila sistemnya tertutup. "The good governance tidak akan berjalan bila sistemnya tidak open, tidak transparan dan kaku," ujarnya.
     
    Susi juga menegaskan anggaran pemerintah yang kurang terserap karena para ASN kurang bisa memaksimalkan pekerjaannya. "Anggaran pemerintah yang kurang terserap disebabkan karena every body is less activity untuk bisa menggunakan anggaran," ujarnya.
     
    Menurutnya perubahan adalah sangat dibutuhkan untuk membenahi birokrasi pemerintah. "Change is needed untuk memperbaiki birokrasi kita," tegasnya.
     
    Kegiatan OHU ini yang diikuti oleh lebih dari 1000 orang peserta diisi dengan sesi tanya jawab, kuis dan pembagian dooprize kepada para peserta terbaik yang memposting kegiatan OHU di medsos pribadinya masing-masing.(*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.