Subsidi Kuota Internet, Baru 25 Persen Mahasiswa Mengikuti Validasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Alasan ini karena proses belajar mengajar di kelas digantikan secara online  sejak masa pandemi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Jakarta Bersatu (GMJB) saat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin, 22 Juni 2020. Alasan ini karena proses belajar mengajar di kelas digantikan secara online sejak masa pandemi. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Parisyanti Nurwardani, mengatakan sejauh ini sudah 25,56 persen mahasiswa dan 33,28 persen dosen yang melakukan validasi nomor ponsel untuk mengikuti bantuan subsidi kuota internet dari pemerintah. Untuk mendongkrak jumlah itu, Parisyanti mengatakan, Kemendikbud akan mengadakan sosialisasi besar-besaran.

    "25,56 persen dari 7,9 juta mahasiswa yang sudah validasi nomor HP. Kemudian dosen sebanyak 33,28 persen dari jumlah 270 ribu orang sudah update nomor HP yang valid," ujar Parisyanti dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendikbud dan provider Tri, Jumat 4 September 2020.

    Menurut dia, Kemendikbud akan mulai menggalakkan sosialisasi yang akan dimulai Jumat malam ini. Beberapa langkah yang akan diambil adalah kampanye melalui media sosial dan menggelar webinar secara intensif yang akan dimulai dari Senin, 7 September 2020.

    Webinar ini nantinya akan berisi materi terkait mekanisme subsidi kuota internet dari Kemendikbud. Kementerian akan langsung memberikan bimbingan teknis terkait validasi nomor ponsel bagi civitas akademika perguruan tinggi. "Hari ini kami akan meluncurkan sosialisasi panduan teknis untuk kuota gratis dari Kemendikbud," tutur Parisyanti.

    Proses validasi nomor ponsel ini akan berakhir Jumat, 11 September 2020 pukul 12.00 WIB. "Jika (hingga 11 September) masih kurang dari 95 persen kami lakukan berbagai tindak lanjut," ujarnya.

    Bagi mahasiswa dan dosen yang nomornya sudah diregistrasi akan diberikan subsidi kuota internet sebesar 50 GB yang bisa diakses selama 30 hari. Kuota ini hanya bisa mengakses situs atau aplikasi yang masuk ke dalam daftar putih atau whitelist yang sebelumnya sudah diajukan oleh pihak universitas.

    Bersamaan dengan itu, provider Tri juga memberikan bonus kuota sebesar 10 GB untuk mengakses situs apapun di luar whitelist. Apabila subsidi kuota internet 50 GB habis, mahasiswa bisa membeli secara mandiri melalui aplikasi Bima+ milik Tri atau melalui universitas.

    FIKRI ARIGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.