KPK Periksa Wali Kota Bandung soal Kasus Korupsi RTH

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar SD mmendapat anak ayam Walikota Oded M Danial di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 21 November 2019. Pemerintah Kota Bandung membagikan 2.000 ekor anak ayam untuk murid-murid SD dan SMP yang selanjutnya akan dipelihara di rumah dan sekolah dengan monitoring pemerintah. TEMPO/Prima Mulia

    Pelajar SD mmendapat anak ayam Walikota Oded M Danial di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 21 November 2019. Pemerintah Kota Bandung membagikan 2.000 ekor anak ayam untuk murid-murid SD dan SMP yang selanjutnya akan dipelihara di rumah dan sekolah dengan monitoring pemerintah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wali Kota Bandung Oded Mohammad Danial dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) di Pemerintahan Kota Bandung pada 2012-2013.

    "KPK menjadwalkan pemeriksaan Oded Mohammad Danial. Bertempat di Polrestabes Bandung," kata pelaksana tugas juru bicara KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Jumat, 4 September 2020.

    Selain Oded, KPK juga memeriksa 13 saksi. Mereka adalah Iis Aisyah, ibu rumah tangga, selaku ahli waris; Dedih, karyawan swasta; Dayat, petani; Okib, petani; Iis Amas, ibu rumah tangga; Juju Juangsih, pedagang; Ombik selaku ahli waris; Noneng Kurniasih, ibu rumah tangga; Rasmanah, wiraswasta; Tinny Kurniati, ibu rumah tangga; Eme selaku ahli waris; Warma selaku ahli waris; dan Imik selaku ahli waris.

    Ali mengatakan, Oded dan para saksi akan diperiksa untuk tersangka Dadang Suganda.

    Dadang Suganda diduga menjadi makelar pembelian tanah untuk RTH. Menurut KPK, Dadang membeli tanah dari pemilik tanah atau ahli waris di Bandung. Diduga nilai tanah yang dibayarkan lebih rendah dari nilai jual objek pajak (NJOP).

    Pemerintah Kota Bandung kemudian membayarkan Rp 43,6 miliar kepada Dadang atas tanah tersebut. Namun, KPK menduga Dadang hanya membayarkan Rp13,5 miliar kepada pemilik lahan. Dadang dituduh menguntungkan diri karena dugaan mendapat jatah sebesar Rp 30 miliar.

    Selain itu, KPK juga telah menetapkan tiga tersangka, yaitu mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Hery Nurhayat, Tomtom Dabbul Qomar serta anggota DPRD Bandung periode 2009-2014, Kadar Slamet.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.