Aliansi Dosen UNJ Minta Kampus Batalkan Pemberian Honoris Causa Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 31 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    Kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), 31 Agustus 2017. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliansi Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendesak kampus membatalkan rencana pemberian gelar kehormatan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    "Pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada tokoh yang sedang berkuasa dan memegang jabatan publik berpotensi mengancam kebebasan akademik dan otonomi perguruan tinggi," kata anggota Aliansi Dosen UNJ untuk Kebebasan Akademik, Ubedilah Badrun, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 September 2020.

    Ubed mengatakan, praktek pemberian gelar kehormatan selama ini cenderung bermuatan politik dan transaksional. Usulan pemberian gelar kepada pejabat negara, kata Ubed, kontraproduktif terhadap upaya memulihkan nama baik institusi UNJ yang telah beberapa kali mendapat sorotan negatif.

    "Salah satu di antaranya adalah peristiwa operasi tangkap tangan terkait dugaan ‘pemberian THR’ oleh pihak Rektorat kepada pejabat Kemendikbud," ujarnya.

    Menurut Ubed, alasan pemberian gelar kepada Ma'ruf atas pemikirannya tentang negara kesepakatan juga patut dipertanyakan. Pasalnya, kata Ubed, ide tersebut tidak orisinal karena telah disampaikan para pemikir klasik sejak abad ke-17 melalui teori kontrak sosial.

    "Tidak ada indikator yang jelas bagaimana ide tersebut dikemukakan oleh Ma’ruf Amin baik dalam bentuk karya akademik atau lainnya," kata dia.

    Selain itu, Ubed menilai tidak ada argumen akademik yang memperkuat pemberian gelar kepada Erick Thohir. "Ini berbahaya bagi otonomi universitas dan kebebasan akademik."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.