Kemenag: Hanya Pesantren Terdaftar yang Terima Bantuan Pemerintah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meninjau penerapan protokol kesehatan di sejumlah pondok pesantren, Senin (6/7/20). (Foto: Pipin/Humas Jabar).

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil saat meninjau penerapan protokol kesehatan di sejumlah pondok pesantren, Senin (6/7/20). (Foto: Pipin/Humas Jabar).

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) secara bertahap sedang menyalurkan bantuan untuk lebih dari 21 ribu pesantren di masa pandemi Covid-19. Tahap pertama sudah mulai cair untuk 9.511 pesantren.

    Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono mengatakan bahwa penerima bantuan ini adalah pesantren yang memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP) alias sudah terdaftar.

    "Penerapan syarat NSPP bertujuan memperbaiki tata kelola yang memang selama ini lepas kendali. Saat dibuatkan sistem, semakin terdeteksi pesantren yang terdata dan atau tidak terdata," ujar Waryono lewat keterangan tertulis, Jumat, 4 September 2020.

    Terkait info adanya sejumlah pesantren yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan Covid-19, Waryono mengaku belum mendapatkan datanya.

    Waryono mengimbau pesantren yang belum masuk daftar penerima bantuan untuk memastikan apakah sudah memiliki NSPP atau belum. "Bagi yang sudah habis masa berlakunya (5 tahun sejak keluar izin operasional yang pertama), segera daftarkan ke link http://ditpdpontren.kemenag.go.id/ijoppesantren," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?