KPUD Sebut 3 Paslon Kepala Daerah Akan Daftar Pilkada 2020 Sumatera Barat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner KPUD Sumatera Barat Gebril Daulay. Foto: Antara

    Komisioner KPUD Sumatera Barat Gebril Daulay. Foto: Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumatera Barat menyebutkan sebanyak tiga pasangan calon (Paslon) mengonfirmasi akan hadir dalam masa pendaftaran calon kepala daerah pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur atau Pilkada 2020 Sumatera Barat.

    Komisioner KPU Sumbar Gebril Daulay di Padang mengatakan sampai saat ini ada tiga pasangan calon yang bakal mendaftar. Pada hari pertama akan hadir pasangan yang didukung PKS dan PPP, yaitu Mahyeldi-Audy Joinaldy pada Jumat, 4 September 2020.

    Di hari kedua atau Sabtu, 5 September 2020 akan hadir pasangan yang didukung Partai Demokrat, PAN, dan PDIP, yakni Mulyadi-Ali Mukhni. Sementara pasangan ketiga yang diusung Partai Gerindra, yaitu Nasrul Abit-Indra Catri mengkonfirmasi hadir pada Minggu, 6 September 2020.

    "Semua bakal pasangan calon sudah mengkonfirmasi untuk hadir. Kita akan lihat pada tanggal 4, 5, dan 6 September 2020 itu siapa yang hadir. Itu kan baru hasil komunikasi dan koordinasi partai politik dengan KPU," kata Gebril.

    Menurut Gebril pendaftaran Pilkada 2020 dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan, yaitu pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Semua pasangan calon yang hadir juga harus bebas dari Covid-19 dengan menunjukkan surat keterangan dari pihak berwenang.

    KPUD Sumatera Barat akan melakukan tahapan pembukaan pendaftaran selama tiga hari, yaitu sejak 4-6 September 2020. Pendaftaran dibuka sejak pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 16.00 WIB. Sementara pada hari terakhir akan dibuka sampai pukul 24.00 WIB.

    "Kita sudah menyiapkan lokasi di aula utama gedung dan juga di luar. Semua protokol kesehatan akan kita terapkan saat pendaftaran," kata Komisioner KPUD Sumatera Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.