Pilkada 2020 Tangsel, Giring PSI Sebut PR Muhamad-Saraswati

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Foto/istimewa

    Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Foto/istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengusung pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati untuk maju dalam Pilkada 2020 Tangerang Selatan pada 9 Desember. Hal ini ditegaskan langsung oleh pelaksana tugas Ketua Umum PSI, Giring Ganesha, saat memberikan rekomendasi calon kepala daerah di Resto Kampoeng Anggrek, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis, 3 September 2020.

    "Bersama dengan rekomendasi, PSI juga menyerahkan ratusan catatan permasalahan di Tangsel untuk pasangan ini," tegas Giring, pada 3 September 2020.

    Atas rekomendasi partai, Giring memberikan dukungan penuh kepada pasangan Muhamad - Rahayu Saraswati. Di samping itu, melalui dukungan tersebut, ia juga menyerahkan permasalahan-permasalahan Kota Tangerang Selatan yang menjadi aspirasi dari kader-kader partai.

    Giring berharap aspirasi dan catatan tersebut menjadi pekerjaan rumah untuk pasangan calon jika kelak terpilih dalam bursa Pilkada 2020 Tangerang Selatan. Ia menyebutkan beberapa persoalan yang akan menjadi PR wali kota dan wakil wali kota Tangsel.

    "Ekonomi kerakyatan, lapangan pekerjaan, kemacetan, transportasi massal. Kualitas air, sampah, infrastruktur dilambangkan dalam titik-titik yang didatangi," ujar Giring.

    Sementara itu dalam sambutannya, Muhamad mengatakan sangat bersyukur mendapat dukungan PSI. Ia pun telah memutuskan mundur dari jabatan Sekretaris Daerah Tangerang Selatan yang semestinya berakhir pada 2024. "Kami dengan tagline Tangsel untuk semua, menegaskan Tangsel adalah kota untuk semua, suku, agama tanpa membeda-bedakan," ucap dia.

    YEREMIAS A. SANTOSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?