Selasa, 22 September 2020

Kunjungi Kabupaten Cianjur, Gus Jazil: Kembangkan Potensi Wisata

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat mengunjungi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid saat mengunjungi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

    INFO NASIONAL-- Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengunjungi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 2 September 2020. Dalam kunjungan tersebut dirinya bertemu dengan masyarakat, santri, kiai, ulama, dan para anjengan.

    Di hadapan masyarakat, Jazilul Fawaid menyebut Cianjur memiliki potensi yang besar dalam berbagai bidang. Sebagai daerah yang juga menjadi penyangga Jakarta, selain Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, Cianjur diharapkan memaksimalkan diri agar potensi yang ada bisa lebih tergali dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat di sana. “Cianjur memiliki letak yang strategis,” ujarnya.

    Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mendorong agar pemerintah di sana mengejar ketertinggalan pembangunan yang ada. Dikatakan salah satu yang perlu diperhatikan adalah soal infrastruktur dan sumber daya manusia. “Kita berharap dengan memperhatikan masalah itu, maka akan tercipta kemakmuran dan kesejahteraan,” katanya.

    Potensi besar yang ada seperti pariwisata diharap digenjot agar Cianjur mampu bersaing dengan daerah lainnya. Disebutkan potensi wisata yang ada itu seperti Istana Cipanas dan wisata alam lainnya. Menjadi tantangan dalam pengembangan wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Bandung Barat itu adalah kemacetan. Untuk itu pembangunan infrastruktur harus dipikirkan.

    “Untuk menopang pariwisata dan yang lainnya juga perlu sumber daya manusia yang unggul,” ujarnya. Masalah SDM menurut pria yang akrab dipanggil Gus Jazil juga perlu diperhatikan. “Perlu didorong anak muda yang kreatif untuk ikut mendukung pembangunan daerah,” tambahnya.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.