Minggu, 20 September 2020

Kecam Pernyataan Puan Soal Sumatera Barat, Jubir PKS: Dia Harus Minta Maaf

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Keadilan Sejahtera, Handi Risza, menilai pernyataan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani ketika memberikan rekomendasi ke Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni, telah menyinggung perasaan masyarakat.

    "Baik yang berada di Sumbar maupun di tanah rantau," kata Handi dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 2 September 2020.

    Handi mengutip pernyataan Puan di salah satu pemberitaan yang mengatakan, "Semoga Sumatera Barat menjadi Provinsi yang memang mendukung Negara Pancasila".

    "Pernyataan ini sangat menyakitkan hati kami sebagai orang Sumatera Barat," ujar Handi.

    Caleg PKS dari Daerah Pemilihan Sumbar ini menyampaikan bahwa yang mendirikan bangsa dan penggagas Pancasila adalah Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Syahrir, dan Tan Malaka. Kecuali Soekarno, ketiganya merupakan pahlawan nasional kelahiran Sumatera Barat.

    "Ini menunjukkan Pancasila lahir dari kekayaan budaya dan pemikiran para leluhur kami," ujarnya.

    Tidak lupa, kata Handi, M. Natsir (pejuang kemerdekaan kelahiran Sumatera Barat) dikenal sebagai Bapak NKRI dengan Mosi Integralnya yang menyelamatkan keutuhan NKRI. Selain itu, Bukittinggi, Sumatera Barat, pernah menjadi Ibu Kota Pemerintah Darurat Republik Indonesia.

    Handi pun meminta Puan Maharani mencabut pernyataanya dan meminta maaf ke seluruh masyarakat Sumatera Barat, khususnya kepada keluarga besar founding father bangsa. "Jangan pernah ragukan nasionalisme masyarakat Sumbar yang telah berjuang melahirkan Pancasila dan berkorban bagi Keutuhan NKRI," ucap Handi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    8 Tips Aman Mempercepat Datang Bulan

    Datang bulan yang terjadi bagi sebagian wanita dapat mengganggu aktivitas mereka. Tak sedikit yang menempuh sejumlah cara untuk mempercepat haid.