Selasa, 22 September 2020

Penyidik Kejagung Limpahkan Berkas Jaksa Pinangki ke Penuntut Umum

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus pencucian uang Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Pinangki tampak berusaha menghindari wartawan saat tiba di Kejagung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka kasus pencucian uang Jaksa Pinangki Sirna Malasari bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Pinangki tampak berusaha menghindari wartawan saat tiba di Kejagung. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung telah melimpahkan berkas perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari penyidik ke penuntut umum.

    "Penanganan perkara atas nama tersangka oknum Jaksa PSM telah masuk tahap 1," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta, Rabu, 2 September 2020.

    Hari mengatakan setelah pelimpahan ini jaksa peneliti mempunyai waktu 7 hari untuk mempelajari kelengkapan berkas perkara tersebut. Apabila lengkap, kata dia, maka penanganan perkara bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

    Namun, bila dinyatakan tak lengkap, maka jaksa akan mengembalikan berkas perkara itu ke penyidik untuk diperbaiki.

    Kejaksaan Agung menetapkan Pinangki menjadi tersangka gratifikasi terkait pengurusan fatwa bebas untuk Djoko Tjandra. Mantan Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan ini diduga menerima duit US$ 500 ribu untuk pengurusan tersebut.

    Penelusuran Majalah Tempo menemukan dugaan bahwa US$ 500 ribu itu hanyalah uang muka. Pinangki diduga mengajukan proposal sebesar US$ 100 juta kepada Djoko Tjandra terkait pengurusan fatwa MA untuk Djoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.