Megawati: Rakyat Itu Pemegang Kedaulatan, Jangan Dipermainkan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan pada pengumuman 75 pasangan calon kepala daerah di Pilkada serentak secara virtual, di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020. ANTARA/Syaiful Hakim

    Tangkapan layar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat memberikan arahan pada pengumuman 75 pasangan calon kepala daerah di Pilkada serentak secara virtual, di Jakarta, Selasa 11 Agustus 2020. ANTARA/Syaiful Hakim

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar setiap calon pemimpin tidak mempermainkan rakyat. Sebab, kata dia, rakyat adalah pemegang kedaulatan di negara ini.

    "Rakyat itu pemegang kedaulatan, jangan dipermainkan," kata Mega dalam pidatonya di acara pengumuman pasangan calon kepala daerah-wakil kepala daerah dari PDIP, Rabu, 2 September 2020.

    Mega mengaku sudah mendapat informasi adanya pihak yang membagi-bagikan uang agar dipilih di Pilkada 2020. Namun, ia mengaku memilih diam lantaran pihak yang melakukan hal tersebut bukan calon dari PDIP.

    "Saya sudah lihat di beberapa tempat, mendapatkan laporan, tapi bukan dari kita (calon PDIP), untung orang lain," kata Megawati.

    Menurut Mega, Pilkada 2020 harus berjalan dengan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil alias luberjurdil. Dia juga menyebut rakyat tak akan bisa terus-menerus dibohongi.

    "Bisa suatu saat dibohongi, tapi bukan berarti setiap saat. Mungkin sekali, tapi tidak setiap saat," kata mantan presiden ini.

    Mega berujar, masyarakat semakin pintar setelah mereka diberi hak memilih secara langsung. Menurut dia, rakyat bisa saja menerima uang yang diberikan, tetapi tidak memilih si pemberi uang itu pada saat hari pencoblosan.

    "Apa dipikir saya enggak suka ngomong sama rakyat? Saya dengerin mereka ngomong. 'Kalau dikasih uang sembako, kami boleh nerima ya Bu?' Ya itu hak kamu. 'Terus kami kan memilih hak kan Bu?' Oh iya," kata Megawati bercerita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.