ASN Terpapar Radikalisme, Menteri Tjahjo Kumolo: Kita Bina dan Nonjob-kan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi Polri dan segenap jajaran yang telah berupaya menciptakan perubahan kinerja yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengapresiasi Polri dan segenap jajaran yang telah berupaya menciptakan perubahan kinerja yang berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar paham radikalisme dan terorisme akan dibina terlebih dulu.

    "Kami sepakat, Menteri Agama, BNPT, Pak Bima (Kepala BKN) kalau ASN yang terpapar kita bina dan nonjob-kan," kata Tjahjo dalam webinar, Rabu, 2 September 2020.

    Tjahjo menuturkan jika ASN yang terpapar paham radikalisme sudah tidak bisa dibina, Kemenpan-RB akan menjatuhkan sanksi.

    Menurut Tjahjo Kumolo, isu-isu di bidang sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, khususnya terkait komitmen kebangsaan dan tindakan radikalisme di kalangan ASN cenderung semakin meningkat.

    "Kalau sampai ada ASN yang ingin mengubah Pancasila, membangun gerakan lewat media sosial ini hal membahayakan," ujarnya.

    ASN, kata Tjahjo, harus berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Ia mengaku selalu membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan seluruh kementerian dan lembaga, untuk mewujudkan birokrasi yang bebas dari paham radikalisme dan terorisme.

    Baca juga: Kemenpan-RB Jelaskan Alasan PNS Tak Boleh Poliandri

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H