YLBHI Sebut Ada Diskriminasi Penegakan Hukum di Kasus Peretasan

Reporter

Ilustrasi proses peretasan di era teknologi digital. (Shutterstock)

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)Asfinawati mengatakan ada diskriminasi penegakan hukum terkait peristiwa peretasan. "Kalau dalam hak asasi manusia, ini dikatakan pelanggaran by omission atau pengabaian," kata Asfinawati dalam diskusi ILUNI UI, Rabu, 2 September 2020.

Asfinawati mengatakan pada 27 April 2020, aktivis Ravio Patra melaporkan peretasan yang dialaminya ke Polda Metro Jawa. Namun, hingga 27 Agustus 2020 atau 4 bulan setelahnya belum ada tersangka.

Jika dikaitkan dengan peretasan terhadap situs Bareskrim Mabes Polri yang terjadi pada Desember 2019, polisi sudah menangkap dan menahan pelaku pada Maret 2020. "Mei ada penahanan Kejaksaan, Juni sudah disidangkan," kata dia.

Ada juga kasus peretasan yang dialami Lutfi Indrawan yang ditangani LBH Bandung. Asfinawati mengatakan Lutfi melapor ke polisi pada September 2019 namun kasusnya hingga kini belum ada kemajuan.

Kemudian, media Tempo.co juga mengalami peretasan pada Agustus 2020. Meski kasusnya masih baru, Asfinawati menyinggung penanganan kasus doxing yang dialami influencer Denny Siregar beberapa waktu lalu. "Dalam satu hari pelakunya ditangkap," ujarnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian membantah adanya diskriminasi penegakan hukum. Ia mengatakan pemerintah menghargai kebebasan berekspresi dan menindaklanjuti upaya peretasan terhadap para aktivis dan media.

"Perkara waktu bila dibandingkan dengan kasus Denny Siregar tentu tergantung dari kompleksitas. Tapi kita harus berprasangka baik pada aparat penegak hukum. Beri waktu untuk mengusut kasus-kasus tersebut," ujar Donny.

FRISKI RIANA






Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

7 jam lalu

Redaksi Narasi Alami Serangan Digital, Pemred: Peretasan Dilakukan Serentak

Awak media Narasi mengalami serangan digital berupa peretasan terhadap akun media sosial dan nomor WhatsApp mereka. Pelaku diduga orang yang sama.


Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

2 hari lalu

Kejar Terus Bjorka, Polri: Timsus Bekerja Butuh Kecermatan dan Ketelitian

Tim khusus masih mencari sosok di balik hacker Bjorka. Koordinasi dengan lembaga di luar negeri pun akan dilakukan.


Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

2 hari lalu

Adnan Buyung Nasution dalam Kenangan Bambang Widjojanto: Seandainya Hari Ini ABN Masih Ada...

Bambang Widjojanto ingat betul Adnan Buyung Nasution yang memberinya jalan di LBH dan YLBHI kemudian. Begini kesannya terhadap pendekar hukum itu.


7 Tahun Pendekar Hukum Adnan Buyung Nasution Berpulang, Kisah Mendirikan LBH dan YLBHI

2 hari lalu

7 Tahun Pendekar Hukum Adnan Buyung Nasution Berpulang, Kisah Mendirikan LBH dan YLBHI

Adnan Buyung Nasution sudah 7 tahun berpulang. Pemikiran pendiri LBH dan YLBHI, advokat sekaligus aktivis HAM ini terus bergaung hingga saat ini.


Kejar Bjorka, Polri Baru Akan Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

4 hari lalu

Kejar Bjorka, Polri Baru Akan Kerja Sama dengan Pihak Luar Negeri

Polri menyatakan tak menutup kemungkinan mereka bekerja sama dengan pihak lain di luar negeri untuk memburu peretas Bjorka.


UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Efektifkah Menghilangkan Peretasan?

4 hari lalu

UU Perlindungan Data Pribadi Disahkan, Efektifkah Menghilangkan Peretasan?

Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, sangsi UU Perlindungan Data Pribadi akan langsung menghilangkan peretasan.


UU PDP Disahkan, Lembaga PDP, BSSN dan Kominfo Diharapkan Bahu Membahu

4 hari lalu

UU PDP Disahkan, Lembaga PDP, BSSN dan Kominfo Diharapkan Bahu Membahu

Keberadaan UU PDP tidak akan mengurangi aksi peretasan secara langsung.


GTA 6 Bocor Besar-besaran: Ada Cuplikan Gameplay Perampokan, Lokasi Vice City

6 hari lalu

GTA 6 Bocor Besar-besaran: Ada Cuplikan Gameplay Perampokan, Lokasi Vice City

Bocoran GTA 6 sebelumnya mengklaim bahwa game tersebut telah dikembangkan sejak 2014.


5 Fakta Pemuda asal Madiun yang Dikira Hacker Bjorka

7 hari lalu

5 Fakta Pemuda asal Madiun yang Dikira Hacker Bjorka

Setelah ditangkap oleh pihak kepolisian pada 14 September 2022, Muhammad Agung Hidayatullah, tersangka kasus hacker Bjorka dilepaskan 16 September.


Memburu Bjorka, Menangkap Agung

7 hari lalu

Memburu Bjorka, Menangkap Agung

Polisi menangkap Agung yang dianggap sebagai membantu kejahatan. Pelaku utamanya, Bjorka, masih berkeliaran bebas.