Tenaga Ahli KSP: Pemerintah Tidak Mengorganisir Buzzer, Gunakan Influencer Iya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Deklarasi Komunitas Olahraga, Pemuda, Influencer dan Penyandang Disabilitas Bersatu di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 7 April 2019. ANTARA

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi menghadiri Deklarasi Komunitas Olahraga, Pemuda, Influencer dan Penyandang Disabilitas Bersatu di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten, Minggu, 7 April 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral Adian menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mengorganisir pendengung atau buzzer.

    "Tidak pernah pemerintah mengorganisir. Pemerintah menggunakan influencer iya, tapi untuk tujuan positif," kata Donny dalam diskusi ILUNI UI, Rabu, 2 September 2020.

    Donny mengatakan pemerintah hanya menggunakan influencer untuk mengamplifikasi kebijakan-kebijakan agar diketahui rakyat secara luas. "Karena influencer punya follower (pengikut) banyak. Amplifikator dari pesan-pesan pemerintah yang positif," kata dia.

    Menurut Donny, pemerintah juga tidak pernah meminta influencer untuk memutarbalikkan fakta maupun menambahkan sesuatu yang tidak sesuai. "Sesuai porsi saja, apa yang ada itu yang disampaikan," ujarnya.

    Donny menilai komitmen pemerintah tidak pernah berubah. Yaitu akan memproses hukum bila didapati ada buzzer yang membela pemerintah dengan cara melanggar hukum.

    Pemerintah, kata Donny, juga prihatin bila ada buzzer yang berafiliasi ke kekuasaan dan bertindak di luar batas. Namun, pemerintah akan mendorong penegakan hukum yang tidak diskriminatif. "Siapapun, apapun diproses jika ada aduan dan ditemukan bukti pelanggaran," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.