Menag Minta Ponpes Lapor Temuan Kasus Covid-19: Jangan Diam-diam Saja

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar komputer menampilkan

    Layar komputer menampilkan "live streaming" Menteri Agama Fahrur Rozi menyampaikan hasil Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijjah 1441 H dari Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa, 21/7/2020. Pemerintah mengumumkan 1 Zulhijjah 1441 H jatuh pada hari Rabu, 22 Juli 2020 dan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Zulhijjah 1441 H jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Agama Fachrul Razi meminta pengurus pondok pesantren segera melapor jika ditemukan kasus Covid-19 di lingkungannya.

    “Belakangan kami melihat ada beberapa pesantren yang terkena, kami anjurkan kepada mereka agar jangan diam-diam saja," kata Fachrul dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 1 September 2020.

    Sebelumnya, lingkungan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi, menjadi klaster penyebaran Covid-19 setelah 539 santri terkonfirmasi positif dari hasil swab.

    Fachrul meminta pengurus pesantren melapor ke Kementerian Agama. Sehingga, kementerian dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat bila memperoleh laporan adanya kasus Covid-19 di pesantren.

    "Kami akan bantu apa saja yang kami bisa. Misalnya dari mulai obat-obatan, disinfeksi lingkungan pondok pesantren, atau membantu dana, hingga berkoordinasi untuk menurunkan tim kesehatan ke sana,” tuturnya.

    Menurut Fachrul, ada sejumlah syarat utama yang harus dipenuhi pesantren bila ingin melakukan pembelajaran tatap muka. Yaitu lingkungan pesantren, guru atau ustaz, santrinya aman dari Covid-19, dan selalu menerapkan protokol kesehatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.