Kasus Meninggal Covid-19 Naik 24,4 Persen Seminggu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    Petugas medis yang mengenakan APD lengkap mengangkat peti berisi jenazah pasien positif Covid-19 menuju lokasi pemakaman di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis, 16 Juli 2020. Jumlah kematian pasien Covid-19 di Indonesia mencapai 3.957, sementara Cina 4.644. ANTARA/Ampelsa

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengatakan terjadi lonjakan kasus meninggal pada pasien Covid-19 yang cukup signifikan di Indonesia dalam seminggu terakhir.

    "Terjadi kenaikan kasus meninggal dalam seminggu sebesar 24,4 persen," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam konferensi pers, Selasa, 1 September 2020.

    Adapun secara nasional lima besar daerah persentase kenaikan tertinggi, adalah Bengkulu 7,29 persen, Jawa Tengah 7,18 persen, Jawa Timur 7,07 persen, Nusa Tenggara Barat 5,76 persen, dan Sumatera Selatan 5,68 persen.

    "Semua ini ada di atas rata-rata persentase kematian rata-rata nasional kita (4,23 persen)," kata Wiku.

    Wiku mengatakan dari total kenaikan itu, ada empat daerah yang kenaikan angka kematiannya lebih dari 100 persen. Empat daerah tersebut adalah Jawa Tengah, Aceh, Bali, dan Riau.

    Kenaikan lebih dari 100 persen di Jawa Tengah adalah dari 60 kasus menjadi 144 kasus. Adapun di Aceh, naik dari 6 kasus menjadi 29 kasus, Bali naik dari 2 kasus jadi 13 kasus, dan Riau naik dari 4 kasus menjadi 11 kasus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.