Kasus Masih Tinggi, Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Penanganan Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidato dalam pembukaan masa persidangan I tahun 2020-2021 di gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2020. Sidang tersebut mendengarkan pidato Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rangka pembukaan persidangan I tahun 2020-2021 dan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Joko Widodo dalam rangka penyampain RUU tentang APBN TA 2021 disertai nota keuangan dan dokumen pendukungnya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengevaluasi penanganan pandemi Covid-19 serta dampak yang menyertainya. Pemerintah, kata dia, harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat dalam menangani pandemi.

    Puan menjelaskan saat ini adalah momen krusial bagi pemerintah bekerja sama dengan DPR untuk mengevaluasi. "Kalau memang saat ini adalah waktu untuk kita menginjak rem, jangan mempercepat laju dari apa yang menjadi keinginan,' katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2020.

    Ia berharap pemerintah mengevaluasi seluruh kebijakan yang dijalankan. Keselamatan dan kesehatan masyarakat serta petugas medis harus diutamakan seiring dengan upaya memperbaiki kondisi perekonomian.

    “Sudah waktunya pemerintah mengetatkan protokol Covid-19 agar masyarakat kembali waspada, penting menjaga kesehatan diri, lingkungan, dan masyarakat,” kata Ketua DPR Puan.

    Pandemi virus corona yang sudah berlangsung berbulan-bulan terus menimbulkan korban jiwa. Terbaru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyatakan 100 anggotanya yang menangani pandemi telah gugur. Puan pun meminta pemerintah segera memikirkan langkah-langkah cepat agar ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan tetap memadai dalam penanganan Covid-19.

    Dalam kondisi darurat ini, kata politikus PDIP itu, pemerintah harus memaksimalkan fungsi Puskesmas sebagai garda terdepan penanganan pandemi Covid-19.

    Pasalnya kapasitas rumah sakit terus berkurang lanyaran jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai lebih dari 170 ribu, dengan lebih dari tujuh ribu orang meninggal dunia akibat Covid-19.

    “Fungsi Puskesmas dimaksimalkan dan diintegrasikan dalam sistem penanganan pasien Covid-19,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Febri Diansyah dan Jumlah Mereka yang Pamit dari KPK 5 Tahun Terakhir

    Mantan Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah, menyatakan telah mengajukan surat pengunduran diri. Selama 5 tahun terakhir, berapa pegawai yang pamit?