Jokowi ke Gubernur: Sampai Vaksin Ada, Fokus pada Ketahanan Masyarakat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia Joko Widodo memeriksa uji coba fase ketiga vaksin COVID-19 Sinovac di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, 11 Agustus 2020. Presiden Joko Widodo berharap vaksin Covid-19 Sinovac tersebut dapat disuntikan pada warga Indonesia pada Januari tahun depan. Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    Presiden Indonesia Joko Widodo memeriksa uji coba fase ketiga vaksin COVID-19 Sinovac di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Bandung, 11 Agustus 2020. Presiden Joko Widodo berharap vaksin Covid-19 Sinovac tersebut dapat disuntikan pada warga Indonesia pada Januari tahun depan. Courtesy of Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengingatkan para gubernur untuk tetap berupaya maksimal dalam menangani pandemi Covid-19 di daerahnya masing-masing. Jokowi mengatakan ketahanan masyarakat ini menjadi kunci sebelum proses vaksinasi yang direncanakan pemerintah pusat terlaksana.

    "Kita perlu memperkuat ketahanan kita, endurance kita. Sampai seluruh rakyat kita vaksin semuanya," ujar Jokowi saat rapat secara teleconference dengan para gubernur di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, 1 September 2020.

    Jokowi mengatakan seluruh negara di dunia saling berebut untuk kebutuhan vaksin jangka pendek. Indonesia beruntung bisa mendapat akses vaksin setelah mendapat komitmen dari Cina dan Uni Emirat Arab dengan total 290 juta vaksin.

    Namun Jokowi mengingatkan untuk jangka pendek, baru ada komitmen sebesar 20 sampai 30 juta vaksin saja hingga akhir 2020. Sisa vaksin yang dijanjikan baru akan terpenuhi sepenuhnya pada akhir 2021.

    "Sampai akhir 2021 kita sudah mendapat komitmen kira-kira 290 juta vaksin. Karena jangkanya masih sampai akhir 2021, saya minta kepada para gubernur pengendalian Covid-19 tetap menjadi fokus dan konsentrasi kita," kata Jokowi.

    Total 290 juta vaksin itu belum termasuk dengan vaksin Merah Putih yang dikembangkan sendiri oleh Indonesia. Jokowi mengatakan vaksin yang tengah diteliti oleh Lembaga Eijkman bekerja sama dengan sejumlah kementerian dan universitas di Indonesia itu saat ini baru dalam tahap benih vaksin. "Perkembangan 30-40 persen dan uji klinis awal tahan depan dan Insya Allah siap produksi pertengahan 2021," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.