Bagyo Wahyono Tolak Anggapan Calon Boneka di Pilkada Solo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagyo Wahyono, calon independen yang akan melawan Gibran dalam Pilkada Kota Solo. Foto: AHMAD FAFIQ

    Bagyo Wahyono, calon independen yang akan melawan Gibran dalam Pilkada Kota Solo. Foto: AHMAD FAFIQ

    TEMPO.CO, Surakarta - Bakal Calon Wali Kota Solo dari jalur independen Bagyo Wahyono mengaku sangat tidak nyaman dengan tudingan sebagai calon boneka dalam pilkada Solo. Tudingan itu menurut dia disematkan oleh banyak pihak.

    “Termasuk seorang pakar yang bergelar profesor,” kata Bagyo saat ditemui, Senin malam, 31 Agustus 2020.

    Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo mengejutkan banyak pihak lantaran berhasil lolos persyaratan dukungan untuk maju dalam pilkada Solo 2020. Mereka kemungkinan besar menjadi satu-satunya lawan bagi calon yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gibran Rakabuming-Teguh Prakoso.

    Semula, banyak yang memprediksi Gibran-Teguh akan melawan kotak kosong dalam pilkada Solo. Sebab, banyaknya partai yang mendukung membuat peluang untuk terbentuknya koalisi lain menjadi tertutup.

    Kondisi itu membuat banyak yang menuding majunya Bagyo Wahyono-FX Supardjo hanya semata-mata agar tidak ada kotak kosong. “Persiapan kami sudah cukup lama, sekitar dua tahun,” kata Bagyo.

    Menurut Bagyo, mereka sudah mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon independen jauh sebelum nama-nama calon lain muncul, termasuk Gibran.

    Bagyo menyebut persyaratan untuk maju melalui jalur perseorangan sangat berat. Di Solo, mereka harus memperoleh lebih dari 35 ribu dukungan yang dibuktikan melalui verifikasi faktual yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah. “Ini harus dipersiapkan sejak lama,” kata dia.

    Bagyo mengaku berhasil memperoleh dukungan yang cukup berkat kerja keras organisasi yang diikutinya, Tikus Pithi Hanata Baris. “Ini organisasi yang berdiri sejak 2014 ini tidak terkenal karena anggotanya masyarakat bawah, tidak ada tokoh penting yang ikut,” kata dia. Organisasi itu menurut dia memiliki banyak anggota di berbagai kota.

    Bahkan, Bagyo mengaku keikutsertaannya dalam pemilihan mendatang bukan karena keinginan pribadinya. “Saya ditunjuk oleh organisasi,” ujarnya.

    Bagyo pun menyebut biaya untuk persiapan kampanye pilkada Solo dan pemilihan juga berasal dari iuran anggota. “Saya cuma penjahit, tidak punya banyak uang,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.