Gedung Habis Terbakar, Kejaksaan Agung Bantah Kinerja Jaksa Terhambat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono, mengatakan para jaksa akan tetap menunjukkan kinerja yang baik kepada negara dan masyarakat di tengah ludesnya kantor Kejaksaan Agung akibat kebakaran.

    "Kami infokan kepada masyarakat. Apapun yang terjadi pada kejaksaan, kami tetap melaksanakan tugas sebagaimana yang diharapkan," kata Hari dalam konferensi pers, Jakarta, 31 Agustus 2020.

    Hari menampik dugaan banyak pihak yang mengatakan bahwa peralatan intelijen kejaksaan yang habis dilahap si jago merah pada pekan lalu membuat kinerja Kejaksaan Agung tidak berjalan baik. Atas dugaan tersebut, ia menyebutkan beberapa bukti kinerja badan intelijen kejaksaan pasca kebakaran.

    Hari menyatakan intelijen kejaksaan telah berhasil menangkap buronan yang telah menjadi daftar pencarian Kejaksaan Tinggi Maluku Utara selama kurang lebih 8 tahun pada Jumat, 28 Agustus 2020. "Kemudian hari Minggu (30 Agustus 2020) kemarin, tim intelijen kami juga berhasil menangkap buronan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau," tandas Hari.

    Hari bahkan mengatakan ketika terjadi kebakaran, ruang kerja Jaksa Agung beserta pejabat bawahannya langsung dipindahkan di Kampus A pada diklat Kejaksaan RI di Ragunan, Jakarta Timur. Sementara ruang kerja Jaksa Agung muda intelijen beserta bawahannya dipindahkan di Kampus B pada diklat Kejaksaan RI di Ceker, Jakarta Timur.

    Lebih lanjut, Kejaksaan Agung menaksir kerugian atas peristiwa kebakaran yang melanda Gedung Utama mencapai triliunan. Hari Setiyono menyatakan kerugian terdiri dari nilai gedung dan bangunan senilai sekitar Rp 178 miliar. Sedangkan isi dari gedung mencapai Rp 940 miliar. "Total lebih dari Rp 1 triliun," kata Hari.

    Namun, kata Hari, nilai itu masih merupakan hitungan kasar lantaran tim masih belum dapat memasuki area kejadian. Sebab, sampai saat ini penyelidikan oleh Badan Reserse Kriminal Polri masih berlangsung dan garis polisi belum dibuka.

    YEREMIAS A. SANTOSO | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.