Uji Klinis Vaksin Merah Putih ke Manusia Ditargetkan 2021

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan vaksin Merah Putih buatan Indonesia baru dapat diproduksi massal pada awal 2022. Secara keseluruhan, menurut dia, proses pengerjaan masih sesuai timeline pengembangan vaksin walaupun target dan sistem yang dikembangkan bertambah menjadi tiga sistem.

    "Semua plasmid rekombinan telah terverifikasi sekuen gen insertnya dan sesuai dengan sekuen virus isolat lokal Indonesia yang digunakan. Tidak ada mutasi atau perubahan," kata Amin saat rapat dengan Komisi IX DPR RI, Jakarta, 31 Agustus 2020.

    Amin mengatakan penyuntikan kepada manusia diharapkan sudah dapat dilakukan pada pertengahan 2021 sebagai uji klinis fase 1 dan akan dilanjutkan ke fase 2 dan fase 3. Pengembangan vaksin Merah Putih ini pun merupakan proyek kerjasama LBM Eijkman dan Konsorsium dengan Biofarma dan Badan Intelijen Negara (BIN).

    Di samping itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Perkusor dan Zat Adiktif BPOM, Rita Endang, mengatakan ada beberapa kendala yang tengah dihadapi dalam mengembangkan vaksin. Ia menilai kendala itu adalah keterbatasan pasokan bulk dan produk vaksin di seluruh dunia, biaya yang cukup tinggi, dan ketersediaan vaksin.

    Selain itu, estimasi kebutuhan dan metode vaksinasi untuk perencanaan produksi yang mencakup target prioritas, jenis, dan jumlah vaksin.

    Untuk itu, BPOM berkomitmen melakukan komunikasi dengan organisasi internasional seperti WHO dan regulator negara lain (PMDA Jepang dan TGA Australia) untuk update terhadap informasi dan kemajuan terkini pengembangan obat dan vaksin.

    YEREMIAS A. SANTOSO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.