Fadli Zon: Kehadiran KAMI Jadi Vitamin bagi Demokrasi

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berbicara kepada wartawan selepas rapat paripurna, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Selasa 28 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, berbicara kepada wartawan selepas rapat paripurna, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Selasa 28 Mei 2019. Tempo/ Fikri Arigi.

    TEMPO.CO, JakartaChairman Institute for Policy Studies, Fadli Zon, mengatakan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) adalah gerakan untuk menyelamatkan demokrasi dari ancaman minimnya check and balance.

    Ia mengatakan demokrasi sudah berjalan 20 tahun, namun hampir semua tuntutan rakyat saat itu kini sedang dipertentangkan lagi. Dulu rakyat menentang korupsi dan nepotisme, misalnya, namun kini korupsi dan tindakan menjurus nepotisme semakin sering terjadi.

    "Jika gerakan semacam KAMI ini tidak muncul, maka demokrasi kita sebenarnya sedang berada dalam ancaman," kata dia, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu 30 Agustus 2020.

    Pada saat kanal-kanal politik yang seharusnya dapat menyalurkan kegelisahan publik dianggap macet, ia menilai wajar muncul para tokoh dari masyarakat mendeklarasikan KAMI.

    Ia mengatakan orang-orang yang mendeklarasikan KAMI bukan berarti pihak kalah, karena demokrasi tidak mengenal kalah dan menang.

    Mereka yang ikut mendeklarasikan KAMI juga memiliki reputasi yang terhormat dalam pergerakan demokrasi di Indonesia dan dia menilai mereka mampu menjadi juru bicara bagi rakyat.

    “Jadi, tokoh-tokoh yang mendeklarasikan KAMI kemarin bukanlah orang-orang kalah. Sebagian merupakan senior citizens yang punya reputasi terpuji. Mereka adalah orang-orang yang mewakafkan diri untuk meluruskan jalan yang bengkok. Dalam bingkai demokrasi, posisi mereka sangat terhormat,” ujar dia.

    Ia mengatakan jangan sampai di masa demokrasi, justru juru bicara rakyat semakin sedikit. Sebab, itu dapat menjadikan kekuasaan akan sulit dikontrol oleh rakyat, yang telah memandatkan nya kepada para penguasa.

    "Bagi saya, kehadiran KAMI merupakan vitamin bagi demokrasi," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.